Tangkeno – Kabaena

Pada pagi hari di Kabaena merupakan momen yang spesial untuk meresapi keindahan alamnya. Dinginnya udara yang menusuk tulang jika berada di Tangkeno, serta pemandangan matahari terbit di balik Batusangia merupakan momen yang selalu dinantikan traveler. Memalingkan pandangan ke kaki Gunung Sabampolulu terlihat hulu sungai Lakambula. Airnya yang dingin dan suasana yang tenang, dijamin ampuh menghilang kepenatan.

Disamping panorama Kabaena yang sangat memukau ia juga memiliki tanah yang subur bagi pertanian. Tanah yang subur ini juga mengandung mineral seperti bijih Nikel yang bernilai ekspor.

Inilah yang menjadi alasan mengapa Kabaena layak dimekarkan jadi sebuah Kabupaten. Rencana pemekaran Pulau Kabaena dari wilayah adminidstratif Kabupaten Bombana mulai disosialisasikan. Kerukunan Keluarga Besar Kabaena (KKBK) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memberikan rekomendasi kepada Wakil Bupati Bombana, Ir Hj Masyhura Illah Ladamay dan kawan – kawan untuk mengawal jalannya proses pemekaran Pulau Kabaena menjadi daerah otonom baru (DOB) di Sultra. Pulau Kabaena memiliki Koordinat 5°15’LU dan 121°55’BT, dengan luas wilayah 873 km² dan jumlah penduduk saat ini 31.210 Jiwa.

Dengan demikian, jika rencana pemekaran Pulau Kabaena ini disetujui pemerintah pusat, maka Pulau Kabaena yang saat ini cukup tersohor di dunia internasional karena memiliki kekayaan alam berupa biji nikel dan batu Cromit serta mineral logam lainnya, bakal memisahkan diri dari kabupaten induknya, yakni Kabupaten Bombana.

“Rencana pemekaran Pulau Kabaena menjadi Kabupaten DOB, murni lahir dari aspirasi masyarakat. Pemerintah akan mendukung rencana ini, ” kata Wakil Bupati Bombana, Hj Masyhura.

Untuk diketahui, rencana pemekaran Pulau Kabaena sudah digagas sejak tahun 1948 silam oleh KH Misbah. Bahkan kala itu, KH Misbah sudah menghadap ke Presiden. Akan tetapi dalam perjalanannya, pemekaran Pulau Kabaena ini dialihkan dan dipusatkan di Rumbia yang kini dikenal dengan nama Kabupaten Bombana.

“Selanjutnya, rencana pemekaran ini kembali bergulir pada zaman pasca pemerintahan Bupati Atiku Rahman. Sehingga sekarang ini masyarakat Kabaena berkeinginan untuk melanjutkan aspirasi tersebut,” ungkap Masyhura.

Semangat masyarakat Kabaena untuk memisahkan wilayah administratif antara Kabaena dan Kabupaten Bombana bertujuan untuk mendekatkan sumber daya rentang kendali dalam pelayanan. Mengingat jarak antara Pulau Kabaena dengan pusat Pemerintahan Bombana lumayan jauh. Dengan pertimbangan, bahwa Pulau Kabaena, saat ini sudah terdiri dari enam wilayah kecamatan, yang ditopang dengan SDM dan pundi – pundi pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pertambangan dan perikanan yang cukup potensial.

Untuk itu, Pulau Kabaena layak mekar dan menjadi daerah otonom baru yang mandiri. Namun demikian, semua rencana dan harapan masyarakat Kabaena itu tetap bergantung pada kewenangan dan kebijakan serta restu Bupati Bombana, H Tafdil SE MM, selaku pimpinan daerah di Kabupaten Induk.

“Sekarang, dengan dukungan bupati, tahapan sudah berjalan. Kita tinggal menunggu hasilnya,” cetus Masyhura seraya menambahkan bahwa, untuk pengusulan rencana pemekaran Kabaena ke pemerintah pusat, Pemkab Bombana masih akan beraudiensi dengan Bupati Buton, DPRD Buton dan DPRD Bombana, terkait rencana penggabungan Pulau Talaga.

Dengan dimekarkannya Kabaena menjadi sebuah kabupaten maka harapan untuk menjadikan Kabaena sebagai Pulau Sejahtera dapat terwujud jika ribuan putra daerah yang menyandang sarjana pulang kampung dan mulai berkarya nyata.

Source:
Carla Dai – Bidan Rosna – Sultra-Online

18 Responses to “Kabupaten Kabaena”

  • hizkia:

    Kabupaten Kabaena sudah di depan mata. Perumusan dan langkah2 nyata secara intensif dilakukan. Baru2 ini telah diadakan rapat dinas Camat dan kades se kabaena di Batuawu utk pemantapan pemekaran Kabaena sebagai sebuah kabupaten baru. Semoga jadi semangat baru bagi generasi muda kabaena utk ikut partisipasi demi pencapaiannya

  • rizki_amaliyah:

    menurut saia kalo Kabaena mau dijadikan daerah otonomi baru seblmnya harus dibenahi dulu infrastrukturnya. Jalan penghubung antar desa harus beraspal, layanan umum seperti Bis & terminalnya harus tersedia, listrik dan telpon kabel harus ada di tiap desa, serta pelabuhan yang dapat dilabuhi kapal2 besar.

    • Esha:

      jadiin Kabupaten dulu atuh neng, soal infrastruktur belakangan :)

  • Gia:

    Ini kesempatan baik bagi putra-putri Kabaena utk membangun tanah kelahirannya. Dgn keseriusan dan manajemen yg baik saya yakin Kabaena dapat menjadi kabupaten swasembada yang tak bergantung pada suntikan dana dari pusat utk pembangunannya.

  • fahreza nerfaes:

    hey .the wwf imternational kabaena almost disaster couse mining ilegal what about people …..mmmm suffering and to dying

    • ilham:

      Saya pikir ini yg akan menjadi agenda utama bupati Kabaena mendatang. Kita sepakat bahwa keberadaan penambangan di Kabaena masih mengandung pro kontra. Bagaimanapun terjadinya penambangan di kabaena karena ada restu dari PEMDA sekarang.

      • Senja:

        Hal yang dapat menengahi polemik keberadaan perusahaan tambang di Kabaena bukan soal penghentian operasi mereka semata tetapi juga bagaimana mengatasi ribuan tenaga kerja yg mereka rekrut utk dipekerjakan kembali di sektor lain dgn salary memadai. Dan mengenai owner perusahaan tambang yg tak lagi mendapat izin operasi di Kabaena di ajak bekerja sama membangun infrastruktur Kabaena menuju kemandiriannya sebagai wilayah otonomi baru. Tentu ide ini tak sederhana yg kita bayangkan karena para owner itu juga terikat MOU terhadap Buyer.

  • fahreza nerfaes:

    i don.t bealeave all goverment kabaena you much have it compentensi then kabaena it island nikel ilegal miner fuck what revegetation and reklamation fuck damn

    • ilham:

      Saya jg berpikir begitu. Hal yg paling urgent dibenahi adalah issue penambangan yg membabi buta tanpa memperhatikan kerusakan lingkungan. Perizinan penambangan harus di kaji ulang.

      • Uni:

        untuk menata ulang Kabaena tentu dengan kemandiriannya menjadi daerah otonom baru, Kabupaten Kabaena. Utk saat ini polemik keberadaan penambangan di Kabaena akan terus terjadi dan para camat di Kabaena tentu tak dapat berbuat banyak karena kebijakan datangnya dari PEMDA Bombana.

  • Denny:

    Putra Kabaena yg di rantau segeralah pulang dan membantu pembangunan. Sumbangkan pikiran2 positif demi terwujudnya Kabupaten Kabaena dgn segera

    • kabaena:

      Ini kabar baik. Salahsatu kunci kemakmuran rakyat Kabaena tentu tergantung bagaimana putra daerah ikut berkontribusi didalamnya

  • Buncah:

    Segera bangun Lapangan Udara jika ingin Kabaena dikunjungi banyak investor

    • Intama:

      setuju bro. Jika ada bandara walaupun hanya utk pesawat kecil pasti akan menarik minat investor masuk Kabaena asalkan juga ada promo wisata yg dilakukan PEMDA nantinya

  • Lana:

    Tata Kota, Jalan penghubung desa, listrik, air bersih dan telekomunikasi, LIMA hal ini harus segera dibenahi jika menginginkan Kabaena menjadi sebuah kabupaten yang mandiri

  • Vita:

    harus serius. Jangan sampai pemekarannya tak membawa perubahan yg signifikan di Kabaena.

  • Ummi:

    Yang terpenting adalah infrastruktur harus segera dibenahi. jalan2 menghubung desa segera diperbaiki dan juga layanan publik diadakan semacam taman2 wisata dan taman2 bermain anak.

  • Zaskia:

    akhirnya kabaena bisa berdiri sendiri kelak. Semoga cepat terealisasi. Dan pemimpinnya adalah putra daerah yang amanah. Sehingga apa yg menjadi mimpi2 kita sejak dulu dapat terealisasi yaitu menjadikan masyarakat Kabaena makmur sejahtera.

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |