Kabaena terkenal hawanya sejuk dengan hamparan perkebunan jambu mente di hampir semua pebukitannya itu tentu semakin melengkapi keindahan panorama yang ada. Dilengkapi dengan beberapa sungai bening yang terlihat jelas dari jalan lintas mulai dari Kabaena Barat hingga Kabaena Timur dimana sungai-sungai tersebut yang berhulu dari kaki gunung Sabampolulu senantiasa memiliki debit air relatif stabil meskipun di musim kemarau. Sungai-sungai besarnya seperti Lakambula, Lampaku dan Lanapo sangat layak diarungi dengan tingkat kesulitan menengah bagi yang hobby Arung Jeram.

Tentu akan memacu adrenalin habis-habiskan ketika melewati jeram-jeramnya yang memiliki banyak Lovi. Dan yang teristimewa adalah sepanjang pengarungan, anda akan disuguhi pemandangan indah khas perbukitan yang terasa asri dan cukup terjaga kelestariannya.

Hijaunya alam dipadu jernihnya air sungai serta derasnya jeram tentu akan memberikan kenikmatan tersendiri bagi anda yang menyukai kegiatan petualangan. Hmmm rasanya kita ingin pulang kampung bagi yang lagi di rantau jika membayangkan suguhan keindahannya.


Air Panas Vatungkoriu

Satu hal yang melengkapi eksotisme Kabaena yaitu sumber air panas Vatungkoriu yang berada di antara Lamonggi dan Lengora, Kabaena Tengah. Nama air panas Vatungkoriu memang belum populer di kalangan masyarakat Kabaena bahkan mungkin baru mendengarnya.

Bagi masyarakat yang bermukim di Lamonggi dan Lengora, untuk bisa sampai ke air panas Vatungkoriu membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja jika berjalan kaki dengan jarak tempuhnya kurang lebih dua kilo meter.

Cobalah anda mengunjungi air panas Vatungkoriu ini. Anda bisa bersantai bersama keluarga sambil menikmati indahnya panorama di sekelilingnya sambil menghirup sejuknya hawa pegunungan yang begitu menyegarkan.

Sudah pasti kawasan air panas Vatungkoriu ini menyenangkan. Dan bukan rahasia lagi jika air panas pegunungan diyakini memiliki sejumlah khasiat bagi kesehatan tubuh. Berdasarkan penelitian dan hasil analisa Balneologi, air panas yang ada di kaki gunung ternyata mengandung berbagai jenis mineral seperti magnesium, kalsium, klorida, sulfat dan mineral lainnya yang sangat baik untuk terapi penyakit kulit dan tulang. Tidak mengherankan jika tempat-tempat yang memiliki pemandian air panas selalu ramai dipenuhi pengunjung.

Suhu air panas Vatungkoriu yang berasal dari sumbernya mencapai 30 hingga 50 derajat Celsius, jadi anda bisa berendam didalam kolamnya Sedangkan yang berada di seberang jalan suhunya mencapai 90 derajat Celsius, berarti dapat mematangkan telur dalam hitungan menit.

Vatungkoriu merupakan obyek wisata baru yang patut kita coba kunjungi. Kelak akan merupakan salah satu obyek wisata di Kabaena, karena sumber mata air panas tersebut menyajikan keasrian alam yang memukau dengan desain alam yang unik dan asri.

27 Responses to “Air Panas Vatungkoriu”

  • Naomi:

    Indonesia is a highly volcanic archipelago and consequently has hot springs (air panas) all over the place, but few are developed or on the tourist trail. Bali is the most popular hot spring destination by a mile, but many of them are considered holy and have been developed into temples, where the locals come to bathe (fully clothed) but foreigners may not be welcome. A few, however, have been developed and are open to all, such as Air Banjar near Lovina, where stone mouth carvings allow hot water to pass between pools which are set among a lush garden.

  • Yovita:

    Incidentally, that a “developed” hot spring is not necessarily a commercial hot spring, i.e., one that has been developed for profit-making purposes. The distinction can be important in countries and regions where the political/economic system allows for both for-profit and public-interest/non-profit/governmental development; regulations for doing the developing will often differ between the two cases, as will the resulting amenities, access, etc.

  • maslan:

    Ini merupakan modal bagi perkembangan pariwisata kedepan. 4udah banyak obyek wisata yg seharusnya jadi perhatian camat setempat. Dibutuhkan memang seorang pemimpin yg cinta akan lingkungan sehingga tempat2 wisata dapat porsi perhatian yg memadai

  • fazal:

    Ternyata ada sumber air panas di kabaena selain di langkema “e’e ngkobura-bura”
    Ini mengindikasikan jika kekayaan mineral di kabaena melimpah dan perlu pengolahann yg terstruktur agar tak berdampak bagi masyarakat yg bermukim di sekitar penambangan

  • ab_nbx:

    promosi yg lebih gencar lagi mas bro
    I LOVE KABAENA

  • ab_nbx:

    harusnya d buatkan infrasturktur yg baik, bukan cman tambang yg d perhatikan

    • marco:

      setuju sekali bro
      ada banyak tempat2 yang dapat dijadikan obyek wisata lokal dan tentu jika dibuatkan infrastruktur yg memadai dapat mendatangkan penghasilan bagi masyarakat sekitar obyek2 wisata

  • deri:

    Berarti ada 2 sumber air panas di kabaena. Yang satunya e’e ngkobura-bura di vatekule. Cuman kelihatannya yg vatungkoriu lbh panas airnya. Himgga 90 derajat celsius

  • Gali Al Gazali:

    wahhhhh baru tau aq, aq belum yakin deh, karena sumber air panas itu biasanya ada gunung berapi, lagi pula jarak dengan kampung sangat dekat, hanya 2 kilo, sementara perkebunan sdh sangat jauh dari itu, masak baru sekarang ditemukan????? Insya Allah Lebaran Nanti aq akan kesana.

    • Miss. Jouzu:

      Tempatnya sudah lama ditahu dan ditemukan. Cuman kontributor baru punya waktu untuk mengambil gambarnya.

      • ab_nbx:

        mantap mas bro lanjutkan info berikutnya

  • marco:

    Temuan baru ya. Sangat patut dijadikan tempat wisata. Tentu akan lebih baik lagi jika camat kabaena Tengah membuat fasilitas pendukung air panas Vatungkoriu ini semacam saung tempat beristrahat para pengunjung dan membuat bak agar pengunjung dapat mandi dengan nyaman

  • Semua informasi yang disuguhkan website ini sungguh membuat pembacanya terpukau. Kata2 yang indah dan syarat dengan motivasi agar seyogyanya kita sebagai mahluk sosial yang hidup dimuka bumi ini agar menyadari jika kita ini adalah khalifah yang bertanggung jawab akan kelestarian bumi yang kita diami.

    Saya pribadi bukan masyarakat Kabaena tapi dengan membaca suguhan artikel2 yang ada pada portal ini membuat saya ingin sekali mengunjungi Kabaena. Sepertinya lebih menarik daripada Wakatobi, sebab Wakatobi sangat minim air sungai sedangkan Kabaena dialiri banyak sungai-sungai bening.

  • Rea Molea:

    Sepertinya sumber air panasnya berasal dari bawah pohon beringin ya? saya lihat ada akar2 besar di gambar itu

    • Syamsuddin A:

      Benar bro, saya juga lihat papan sepertinya sudah ada yang sering mengunjunginya dan mandi2 di tempat itu ya?

    • Miss. Jouzu:

      Benar sekali

  • mei:

    selalu saja ada obyek wisata yang disuguhkan website ini. aq sangat terbantu mendapatkan info2 yang ada di Kabaena. Rasa rindu semakin hadir jika membaca artikel2 yang ada. Terima kasih banyak yang telah memotret obyek2 wisata Kabaena yang di muat pada website ini. Semoga kita yang membacanya dapat makin memahami betapa pentingnya memelihara kelestarian alam Kabaena yang indah ini.

  • Rumanda:

    nta montangki bio kimbule cokeena

  • darusman:

    nice info
    benar2 sangat informatif. Sangat bermanfaat

  • Muniati:

    terimakasih banyak kontributor website ini. Sayangnya gambar2nya tak banyak. Ingin rasanya ketempat tersebut ingin merekamnya dengan video. Ini obyek wisata yang bakal jadi andalan Kabaena dikemudian hari

  • LULA:

    Lamonggi bagian mananya ya sahinaa. Merende kesana bulan puasa nanti saat liburan panjang

    • Miss. Jouzu:

      Nja’a mentala mebinta hai Lamonggi-Lengora. Podosi to’orio miano tokotuA adii tempat

  • leni:

    terimakasih bro infonya. Saya jadi tau akan hal ini dan makin cinta tokotu’a <3

    • ab_nbx:

      pemandangan menakjubkan, memang kabaena negeri impian

      ;D

  • Syamsuddin A:

    Ini tepatnya dimana ya kok saya baru tau jika ada sumber air panas di Kabaena?

    • Miss. Jouzu:

      Letaknya antara Lamonggi-Lengora. Sekitar 2 km dari Lamonggi. Sebelah kiri dari badan jalan kalo kita menuju Lengora. Hanya sekitar 20 meter dari jalan.

Leave a Reply for Gali Al Gazali

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |