1. BeU

BeU mempunyai fungsi sebagai wadah atau tempat menyimpan sementara kebutuhan pangan seperti labampuhu, buah, kacang-kacangan dan jenis lainnya yang berukuran kecil dan medium. BeU juga dapat menyimpan alat-alat jahit semacam benang, jarum, alat untuk merenda. Alat ini masih digunakan oleh masyarakat Kabaena.

Jenis-jenis BeU :


BeU memiliki penutup


Beu tanpa penutup


BeU tempat menyimpan benang dan jarum jahit

Bahan dasar dari BeU ini adalah terbuat dari daun agel atau daun enano yang disebut Rilanu. Cara pembuatan BeU mungkin generasi sekarang anak Kabaena tidak tahu cara pembuatannya. Membuat BeU ini gampang-gampang susah sebab daun agel yang jadi bahan dasar harus di jemur hingga kering lantas di rendam kedalam air selama semalam agar bahannya lembut, setelah itu diancam sesuai kebutuhannya. Jika untuk wadah penyimpanan beras bisa dibuat dengan ukuran medium hingga 50 x 50 cm.

2. Kaloe


Kaloe

Kaloe adalah tempat penyimpanan bahan makanan semacam belanga nasi, ikan, buah-buahan, dll. Menyimpan di kaloe bertujuan agar tak terjangkau oleh kucing, anak-anak. Kaloe ini di gantung seperti halnya pot bunga gantung yang biasa kita temukan di rumah-rumah modern di perkotaan. Kini kaloe sangat jarang kita temukan di rumah-rumah penduduk kabaena sebab sudah digantikan dengan wadah yang lebih canggih dan praktis semacam lemari makan atau kulkas.

3. Tolimbu


Tolimbu

Tolimbu merupakan alat masak bagi nenek moyang kabaena sebab belum mengenal alat lain yang lebih modern seperti dandang. Kendati Tolimbu bentuknya sangat sederhana ini tetapi hasil masakan dari wadah ini tak kalah nikmat cita rasanya. Sebutlah Nivuai atau kambongi yang gurih di masak menggunakan Tolimbu.

Kini Tolimbu masih digunakan masyarakat kabaena terutama di kebun-kebun sebab selain praktis juga ramah lingkungan karena terbuat dari daun kelapa.

4. Empe


Empe

Seperti halnya BeU dan Kaloe, Empe ini berbahan dasar daun agel yang telah dikeringkan. Fungsi Empe ini sebagai alas tidur atau alas lantai rumah jika ada acara lesehan pada masyarakat kabaena. Bentuknya yang praktis inilah sebabnya masih digemari penggunaannya hingga kini. Selesai penggunaan dapat digulung layaknya kasur. Empe merupakan hasil kreasi dari masyarakat kabaena yang memberikan nuansa alam dan unik bagi yang menggunakannya sebagai alas duduk ataupun memberikan efek kesehatan jika dipakai untuk tidur diatasnya.

5. Langka


Langka

Kemajuan zaman tak berarti harus meninggalkan budaya tempo dulu peninggalan nenek moyang kabaena, seperti halnya pembuatan kurungan ayam dari bambu yang disebut Langka. Bahan baku Langka adalah bilah bambu. Pembuatannya tidak terlalu sulit. Langka berfungsi untuk mengurung ayam atau burung peliharaan lainnya.

6. Kompe


Kompe

Kompe adalah wadah menyimpanan hasil bumi atau wadah penyimpanan kayu bakar bagi masyarakat Kabaena. Kompe sangat dibutuhkan bagi petani sebab dengan Kompe inilah hasil bumi dapat ditampung semisal jambu mente, coklat, mangga, kelapa atau sayur-sayuran.

Kompe adalah wadah ramah lingkungan berbeda dengan penggunaan plastik yang tidak baik untuk lingkungan dan kesehatan, zat aditif yang terkandung di dalamnya akan bermigrasi ke dalam makanan.


Bonsora

Kompe juga adalah tempat ayam bertelur. Kompe di gantung di belakang rumah dan ayam peliharaan yang hendak bertelur akan menempati Kompe yang telah disediakan. Kompe tempat ayam bertelur ini disebut Bonsora. Hanya ayam kampung [ayam lokal] yang menggunkan wadah ini, sedangkan ayam pedaging tak menggunakannya sebab tak bisa terbang untuk menjangkau Bonsora tersebut.

7. Sapeo


Sapeo

Sapeo adalah kerajinan anyaman daun agel yang berbentuk kerucut yang lazim digunakan masyarakat Kabaena jika ke ladang. Sapeo yang dari dulu hingga sekarang sangatlah penting untuk para petani di Kabaena untuk melindungi kepala dari terik matahari atau dari air hujan.

8. PogiliA


PogiliA Vatu


PogiliA Uti

PogiliA mempunyai fungsi dalam memperkecil bidang padatan agar sesuai dengan peruntukan dalam proses berikutnya, seperti membuat biji jagung menjadi Labampuhu yang siap jadi bahan makanan. PogiliA sudah lama dikenal oleh masyarakat Kabaena. Ada dua macam PogiliA, ada yang terbuat dari batu dan juga terbuat dari logam. PogiliA sudah sangat sulit ditemukan sekarang dengan adanya mesin penggilingan bermesin yang tentu lebih mudah dan praktis penggunaannya.

10 Responses to “Aneka Alat MperiOu Kabaena”

  • rio:

    yang ngumpulin gambar2 ini salut deh. Udah sangat sulit loh menemukan barang2 tersebut di Kabaena untuk saat ini

  • tangkenue nahinapo disini sama bincu..

    • Miss. Jouzu:

      Osiemo monsabaako bincu. Podosi toOrio miano modeleno. TeAasi kua nabeda penyebetuan saja nyaba. Kan biar arua hai dava kuasi naAna bincu danimpakedo nyaba hilako hai samwah do

  • karena banyaknya alat-alat pasar maka alat tradisional pun mulai diabaikan bahkan terlupakan.

  • Syaf:

    Ada lagi peralatan seperti pogiliA vatu (untuk menggiling jagung, bisa juga untuk bikin tepung), taovungkinue (dipake di kebun untuk membersihkan rumput), sopeo (sejenis topi lebar untuk melindungi terik matahari), balase (sejenis tas atau kantung terbuat dari anyaman daun lontar). Beberapa orang tua kita mungkin masih ada yang menyimpannya.

    • Miss. Jouzu:

      PogiliA hela sapeo sudah masuk ke admin portal ini. Mungkin lupa di munculkan

      • kabaena:

        thx Miss. Jouzu sebagai kontributor Portal ini. Segera ditambahkan sapeo dan pogiliA

  • hidayat:

    pengen lihat foto lolisa … danimpake ki ponahu mina

    • kabaena:

      wah ini info menarik. nanti ak cari foto lolisa dan buatkan artikelnya, Thx udah kunjungi portal ini yaa. Jika punya gambar2 unik ttg Tokotua bisa saling share

  • Melly:

    darimana ini semua gambar. kayaknya sekarang sudah ngga ada loh

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |