Beropa terbentang di bibir pantai yang berjarak sekitar beberapa meter dari Sikeli, Kabaena. Beropa ini berada di cekungan yang berliku nan menawan yang ditumbuhi nyiur-nyiur melambai diterpa angin. Inilah yang menjadi kesitimewaan tersendiri bagi pantai Beropa. Pantai pendek yang dikelilingi oleh lumpur-lumpur hitam yang kental dengan vegetasi dan lumut hijau menjadi pemandangan khas pantai ini.

Kontur tanahnya serta keindahan topografinya yang berlumpur dan penuh dengan lumut dilengkapi air payau yang membiru menjadi alasan mengapa kita harus mengapresiasi keberadaannya. Walaupun Beropa bukan pantai yang ideal untuk berenang, pantai Beropa yang akrab dengan lumpur kentalnya dan lumut ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta panorama alam. Tidak hanya sebagai tempat rehat dari kesibukan sehari-hari, tapi juga sebagai surga bagi anda pecinta hadirnya sunset. Karena di pantai ini anda dapat menyaksikan kehadiran sunset sekitar jam 17:50.

Tentu bukan hanya pesona sunset yang menjadikannya sebagai surga bagi penikmatnya, tapi panorama yang elok nan eksotis juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pehobi photografi. Karena anda tidak akan kecewa dengan suguhan eksotismenya dan bentangan pemandangan bakau-bakau yang masih sisa pada kejauhan di sebelah barat dan timur pantai yang bisa anda jadikan objek kamera handphone anda atau dapat juga mengekspresikan diri berphoto dengan MONGKOPUI pohon kelapa.

Dan bagi anda yang tidak begitu mahir atau hobi photografi anda bisa menikmati suguhan lain dari pantai berlumpur ini. Anda bisa menghabiskan waktu bersama keluarga atau pasangan anda meski hanya dengan memancing, duduk-duduk diatas jmbatankecil atau berphoto-photo ria untuk mengabadikan momen anda. Tidak usah takut kehabisan kemalaman, pantai ini cukup dekat jaraknya dengan Sikeli dan hampir semua tempat dikelilingi olah lukisan alam yang khas serta mengagumkan.

Bagaimana, menarik bukan ?

16 Responses to “Beropa – Keindahan yang Tersisa”

  • ab_nbx:

    lako’a mebolu-bolu kina’ai…

  • Syamsuddin:

    40 puluh tahun lalu saya meninggalkan kabaena. Ingatan saya masih selalu dalam hati. Terimakasih para kontributor website ini yang memuat gambar2 kampung tempat tumpah darahku

  • della:

    Mempesona !!!
    Bagi yang masih dirantau coba pulkam dan nikmati keindahan beropa ini bersama keluarga

  • sindo:

    menarik sekali pemandangannya, apalagi gambar yang terakhir yang sedang memeluk pohon hahaha

  • LULA:

    tentu dibutuhkan empati kita semua untuk selalu melihat sisi keindahan alam kabaena dan melestarikannya

  • Gali Al Gazali:

    dulu beropa tempat aku dan kakak menjerat pangko (sejenis udang tanah) tapi lebih mirip lipan, rasanya wahhhhh Ma’nyus tak ada jenis udang yang bisa meandingi rasa enaknya, moga yg bikin berita ini bisa meng uploud gambarnya karena jenis hewan laut ini masih banyak yang belum tau gambarnya apalagi rasanya. ok salam rindu untuk semuanya.

    • kabaena:

      Paling bergizi tuh pangko atau Lobster air payau, dalam bahasa latinnya Parastacidae. Bagi masyarakat Eropa dan Amerika pangko ini sangat mahal harganya seporsi bisa mencapai $35 atau rp.321.000 karena kandungannya diyakini dapat meningkatkan vitalitas pria.

      Photo Pangko

      • Muniati:

        Oh rupanya ada lobster juga di Beropa. Makanan yang sangat bergizi

  • rini:

    Dari sudut manapun tetap menarik melihat sisi keindahan Beropa walau terpampang lahan kosong bekas bakau2 yang di tebang warga, namun tak menjadi penghalang bagi kita utk mengunjunginya sambil berfoto ria

  • Sulis:

    Asyik benar itu yg lagi peluk pohon. Menambah indah pemandangan Beropa 😉

  • Kamaluddin:

    Tetap masih indah pantai beropa kendati terjadi penghancuran bakau2nya

  • Joe:

    Wew ada gadis yang mongkopui laa ni’i
    Andai saya tidak motu’a mau juga ganti posisi laa ni’i

    Ternyata masih ada yang tersisa pada Beropa, ini harus dipertahankan jgn ada lagi tangan2 jahil yg merusak keindahannya

  • Andi:

    mau dunk jadi pohon kelapa :)

    • Miss. Jouzu:

      Hubungi saya kalo mau mengganti posisi pohon kelapa. Nanti aku fasilitasi

      • Andi:

        Tapi jangan ada lumanga ya saya ngga punya kerbau.

        • ab_nbx:

          sudah tidak pake kerbau sekarang

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |