Archive for the ‘Vado diatas Laut’ Category


Rumah Bajo di Pantai Sikeli

Pantai di Kabaena merupakan pantai yang indah dan tiada tara. Pantai yang memiliki hamparan pantai yang landai dan berpasir halus membentang hingga 200 meter dari bibir pantai. Rata-rata pantai di Kabaena yang berdekatan dengan pemukiman penduduk dihuni oleh suku Bajo. Mereka berinteraksi dengan penduduk setempat karena saling melengakapi misalnya dalam hal kebutuhan bisa saling barter. Jika masyarakat Kabaena ingin membeli ikan tidak harus menggunakan uang tapi bisa ditukar dengan Vuampana. Bajo adalah suku yang hidup di laut dan mereka di kenal dengan julukan manusia perahu.


Rumah Bajo di atas laut

Ada banyak literatur yang membahas suku Bajo. Asal mula suku Bajo ini terdapat beberapa versi. Sejumlah antropolog mencatat, suku Bajo lari ke laut karena mereka menghindari perang dan kericuhan di darat. Sejak itu, bermunculan manusia-manusia perahu yang sepenuhnya hidup di atas air. Nama suku Bajo diberikan oleh warga suku lain di Pulau Sulawesi sendiri atau di luar Pulau Sulawesi. Sedangkan warga suku Bajo menyebut dirinya sebagai suku Same. Dan, mereka menyebut warga di luar sukunya sebagai suku Bagai. Sedangkan di Kabaena sendiri menyebut mereka Vado.

Penamaan “Bajo” sendiri ada yang mengartikannya secara negatif, yakni perompak atau bajak laut. Menurut cerita yang berkembang di kalangan sebagian antropolog, kalangan perompak di zaman dulu diyakini berasal dari suku Same. Sejak itu, orang-orang menyebut suku Same itu adalh suku Bajo. Dan nama suku Bajo itu lebih terkenal dan menyebar hingga ke seluruh nusantara. Sehingga, suku laut apa pun di bumi nusantara ini kerap disamaratakan sebagai suku Bajo.

Ada dua versi sejarah suku Bajo, pertama ada yang berpendapat dari Johor, tapi ada juga yang mengatakan berasal dari Palopo, Sulawesi Selatan. Namun, menurut Manan salahsatu tokoh suku Bajo di Wakatobi mengatakan jika suku Bajo berasal dari Philipina karena ada kesamaan bahasa.

Suku Bajo, suku yang tinggal di rumah di atas air dan sehari-harinya menggunakan perahu dapat kita lihat di sekitar pantai Kabaena. Kehidupan masyarakat ini juga sempat diangkat dalam film berjudul “The Mirror Never Lies” yang dibintangi oleh Atikah Hasiholan. Meskipun tinggal di laut, mereka tidak merasa kurang dengan orang-orang yang menetap di darat. Seiring dengan waktu, beberapa suku Bajo ada yang tinggal di darat juga, meskipun secara umum mereka tak betah tinggal di darat, konon suku Bajo ini mabuk tinggal di daratan.

Alat utama suku Bajo dalam mencari nafkah adalah sampan dan merupakan modal utama untuk menangkap ikan, mengambil pasir yang bisa dijadikan batako, hingga sebagai alat transportasi. Dan seluruh aktivitas suu Bajo dihabiskan di atas perahu. Karena itu, mereka dikenal dengan julukan suku nomaden laut atau manusia perahu.

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |