Archive for the ‘Rimba Kabaena dan Misteri Rotan Hitam’ Category

Dunia gaib adalah dunia supranatural yang selalu menarik untuk di bahas. Kadang-kadang kita tak dapat menerimanya dengan nalar kita akan apa yang dilakukan para pemburu barang mistik atau para pemburu benda-gaib. Ada mustika besi [rantai babi], mirah delima, keris terapung, batu mar-mar, ayam cemani, rotan hitam, dll adalah benda-benda yang jadi perburuan hingga kini.

Kabaena adalah pulau yang masih memiliki hutan perawan yang hampir tak dijamah manusia. Pulau ini tak terlepas dari incaran pencinta benda-benda mistik. Dengan kepercayaan sebagian besar penduduknya bahwa pulau ini menyimpan sejuta misteri. Konon ada kerajaan Jin atau di sebut “Mbue” yang menimbun ribuan kilogram emas murni. Tersebutlah Mbue Tabaro, Mbue Vataroda, Mbue Inotu, dll. Para Jin ini memiliki wilayah kuasa. Mereka mendiami gunung-gunung dan lembah perawan di rimba kabaena. Dan tak jarang mereka menampakkan diri pada manusia jika mereka merasa eksistensinya terusik. Namun demikian tak pernah menyurutkan niat para pemburu benda-benda gaib ini melakukan pencarian bahkan bermalam di hutan-hutan rimba yang dipenuhi ular-ular berbisa demi mendapatkan apa yang mereka cari.

Orang-orang yang memiliki ilmu kebatinan mengatakan bahwa sebuah benda bisa memiliki kekuatan supranatural, yang mampu membuat si pemilik atau si pemakai benda itu terpengaruh dengan aura yang ada di dalam benda tersebut. Misalnya: ada orang yang memiliki sebuah mustika besi atau rantai babi, bagi pemiliknya dapat terbebas dari benda tajam, tak tembus peluru dan rambut tak mempan pisau cukur.

Rotan Hitam

Team Pencari Rotan Hitam

Pada umumnya rotan berwarna kuning gading. Namun tahukah anda jika ada rotan yang berwarna hitam? Bagi para kolektor benda-benda antik, rotan hitam merupakan salah satu benda yang sangat di cari. Batang rotan berwarna hitam dipercaya bertuah membuat orang kuat berjalan jauh, karenanya dicari untuk dibuat tongkat, bisa menghilang, kebal terhadap senjata tajam dan menghalau unsur jahat serta dapat membuat pemiliknya murah rezki.

Tersebutlah seorang pengusaha muda yang tinggal di kalimantan. Selain sebagai militer beliau adalah pemimpin salah satu perusahaan pertambangan. Suatu ketika pengusaha muda ini bertemu seorang cerdik pandai [paranormal] bertitah padanya jika di ufuk Timur dimana pengusaha muda ini berasal ada benda bertuah yang dapat membuat kehidupan lebih jaya jika memilikinya. Benda itu adalah Rotan Hitam yang tumbuh di hulu sungai.

Merespond titah paranormal, pengusaha muda ini segera mengamini dan berangkatlah menuju pulau kabaena. Pulau nan permai dimana pengusaha muda ini dilahirkan.

Singkat cerita, dibentuklah sebuah team kecil, yang mana team inilah yang melakukan misi perburuan rotan hitam tersebut.

Berbekal dengan semangat yang tinggi dan harapan yang menggebu, mereka meninggalkan Teomokole menuju mata air sungai lakambula. Mereka menggunakan baju Raider, baju yang yang biasa digunakan angkatan darat jika melakukan misi pengintaian musuh. Mendirikan kemah di hulu sungai, tempat dimana ular-ular dan binatang berbisa lainnya bermukim. Ikan-ikan yang rata-rata besar karena tak pernah dijamah manusia sebelumnya merupakan pemandangan pertama yang mereka saksikan. Bahkan saat pertama mereka menjejakkan kaki di hulu sungai itu mereka di sambut seekor ikan yang sangat mirip warna dan coraknya pakaian yang mereka gunakan. Ini mengagumkan dan mengherankan. Seakan peringatan pertama bagi mereka pemburu rotan hitam ini agar tak macam-macam di kawasan para dedemit.

Tengah malam saat mereka terlelap diantara bunyi-bunyian binatang malam, salah seorang anggota team bernama Darsono bermimpi. Sebenarnya bukan mimpi tapi lebih tepatnya dibangunkan seorang mahluk besar berjubah putih dan mengajaknya pergi. Darsono bangkit dari tidurnya lalu membangunkan salah satu anggota team lain bernama Awi agar segera mengikutinya.

Mahluk berjubah putih terus merangsek dikegelapan malam dan diikuti oleh Darsono dan Awi. Telah diberitahu sebelumnya bahwa dalam perjalanan mereka tak boleh bicara apapun atau menanyakan apapun sebelum segalanya selesai. Sementara, teman-teman satu team yang lain masih saja pulas mungkin karena kepenatan mereka setelah seharian berjalan menyelusuri bebukitan dan bebatuan rimba kabaena.

Saat fajar mulai menyingsing, Darsono dan Awi tiba disuatu tempat yang diketahui sebagai Hulu Sungai lakambula. Dan Sosok misterius berjubah putih itu yang telah menuntun mereka menghilang. Seketika mata mereka tetuju pada rimbunan pohon-pohon rotan yang sedemikian rimbun. Rotan berduri dengan panjang puluhan meter melingkari pohon-pohon rindang. Tetapi ada satu batang pohon rotan yang hanya setinggi tiga meter dengan daun membentuk kubah.

Menggelitik hati, lalu Darsono mendekati pohon rotan tersebut dan mencabutnya. Inilah yang menjadi perburuan mereka, Rotan Hitam. Darsono dan Awi terkesima. Belum terpecahkan misteri sosok jubah putih yang membawa mereka ke tempat asing. Kini mereka dihadapkan pada benda mistik yang jadi buruan ribuan orang.

Darsono dan Awi memutuskan untuk pulang dan bergabung pada team lain yang mungkin saja sedang mencari mereka karena sudah terbangun dari tidur sebab matahari pagi mulai menyingsing.

Sementara itu Awi melihat setangkai bunga aneka warna dan memetiknya. Tiba-tiba penglihatan mereka jadi berubah, yang tadinya melihat jalan lurus tempat dimana mereka sebelumnya lalui bersama sosok berjubah putih misterus itu. Pandangan mereka jadi nanar, tertaut pada ketegangan yang memuncak. Gelap dan hanya hutan belantara serta bukit bebatuan yang mereka saksikan. Ternyata mereka telah tersesat dan tak menemukan jalan pulang. Awi lupa jika selama perjalanan tak boleh melakukan apapun sebelum segalanya selesai.

Lalu mereka memutuskan mengikuti aliran sungai lakambula dengan harapan bertemu anggota satu team mereka yang tentu lagi resah. Dan lagi-lagi mereka salah memilih jalan dan memilih aliran sungai yang salah. Seharusnya mereka memilih arah Barat yang aliran sungainya menuju Teomokole tetapi mereka mengikuti aliran sungai menuju Selatan yang merupakan anak cabang sungai lakambula.

Kehebohan terjadi pada anggota team yang mereka tinggalkan. Mereka panik dan mereka-reka apa yang terjadi pada diri Darsono dan Awi. Ada yang menduga dibawa Jin dan ada pula yang berpendapat di telan ular. Pencarian rotan hitam ditunda dan beralih mencari keberadaan Darsono dan Awi hingga sore tanpa membuahkan hasil.

Sementara Darsono dan Awi dengan langkah mantap berjalan menuruni bebukitan, memanjati tebing atau berenang mengikuti aliran sungai yang dingin menusuk tulang.

Dan malampun tiba, Darsono dan Awi tak putus asa namun mereka mulai kelaparan. Mereka berada dihutan tanpa tuan. Hutan belantara yang hanya di huni ular-ular besar dan babi hutan. Untuk mengisi perut terpaksa mereka memakan dedaunan saja.

Dua hari Dua malam akhirnya Darsono dan Awi mencapai pantai yang kemudian diketahui adalah muara anak sungai lakambula yang berujung di Pongkalaero.

Dengan langkah gontai, Darsono dan Awi menuju rumah warga dengan sebatang Rotan Hitam di tangan. Perburuan yang melelahkan namun membawa kepuasan tersendiri bagi Darsono dan Awi.

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |