Pantai Beropa – Sikeli

Mungkin selama ini kita tidak menyadarinya jika pantai Kabaena kini sedikit demi sedikit terkikis oleh air pasang laut. Bisa jadi dikarenakan kesibukan sehari-hari yang mesti kita lakukan untuk kebutuhan hidup yang semakin bersaing atau mungkin juga karena kita tidak tahu mau berbuat apa.


Pantai Beropa tanpa pohon Bakau – Tongke

Kabaena yang terkenal dengan alamnya yang indah dan memiliki pesona alam yang mengagumkan ternyata salah satu pantainya terkena abrasi yang harus segera dicarikan solusi penanganannya. Seperti yang terjadi di muara sungai Lakambula di Vambano dan juga di Beropa Sikeli tak memiliki lagi pohon bakau yang dapat menahan pengikisan gelombang laut. Padahal hutan bakau, selain berfungsi melindungi pantai dari abrasi, merupakan habitat yang baik bagi berbagai jenis ikan serta berbagai jenis kerang seperti bibia dan kalantue. Ketiadaan hutan bakau sepanjang muara tersebut mengakibatkan nelayan harus metonda tongano labanga karena tidak adanya tongke di pantai sekitar muara sungai. Selain itu, hancurnya hutan bakau juga mengakibatkan semakin rentannya kawasan pesisir sekitar Sikeli terhadap terjangan air pasang laut, terlebih di musim penghujan.


Vambano

Apa yang harus kita lakukan agar kerusakan hutan [deforestasi] di pantai Kabaena tidak makin parah?

Kita paham bahwa deforestasi atau kerusakan hutan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan alam di Kabaena terutama yang bermukim di muara sungai Lakambula. Kegiatan penebangan bakau [tongke] dengan alasan membuka lahan perkebunan atau tambak yang mengesampingkan konversi hutan mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan yang pada akhirnya meningkatkan peristiwa bencana alam, seperti tanah longsor dan banjir yang berkepanjangan.


Muara Sungai Lakambula – Vambano

Fenomena ini tentu terpulang dari kepedulian kita sebagai masyarakat Kabaena, jika kita menginginkan pantai Kabaena tidak hilang oleh abrasi air pasang laut dan banjir, semestinya kita sadar bahwa kita harus menjadikannya tetap lestari.

Kita hentikan abrasi dengan cara penanaman pohon bakau. Masih ada waktu untuk memperbaiki ini semua. Ayo anak muda wariskan ke generasi penerus Kabaena bahwa pulau kita indah dan bukan untuk dijadikan dongeng di kemudian hari bagi cucu kita.

24 Responses to “Deforestasi “Tongke””

  • sustain:

    There you will find 73992 more Infos: kabaena.info/deforestasi-tongke/

  • Cassie:

    There you will find 70565 more Infos: kabaena.info/deforestasi-tongke/

  • Syaf:

    jadi???

  • Edo:

    Saya ada usul bro, bagaimana website ini dijadikan website lingkungan dan terafiliasi dengan greenpeace atau WWF? yang tentu khusus mengangkat isu lingkungan di Kabaena. Oh ya belum ada thread yang membahas soal kerusakan karang juga bro.

    • Sapati Manjawari:

      Sedang di usahakan

  • vonuaku:

    Sudah banyak ide yang tertuang, Harapan dan impian. Jika nanti ada pemilihan bupati bombana maka pilihlah yang berbicara rasional dan tanpa byk janji. Pilihlah calon bupati yang mengangkat issue lingkungan dan pengangguran. Saya tau ada ratusan lulusan sarjana anak Kabaena tetapi hanya 10 persen dari mereka yang telah mendapatkan pekerjaan yang layak. Dan mari kita beraksi nyata tentang pembenahan lingkungan atau setidaknya tidak menjadikan bakau sebagai bahan bakar memasak nasi

  • LULA:

    Nampaknya ini masalah serius. Melihat gambar yang ada pada tulisan diatas sungguh memprihatinkan. Pohon kelapa yang satu2nya sebagai penyangga bibir pantai satu persatu bertumbangan karena tak mampu menahan hempasan ombak terus menerus sebab pada dasarnya pohon kelapa bukanlah penyangga yang baik untuk mencegah abrasi karena berakar serabut.

  • lukman:

    Saya pikir bukan hanya pantai vambano dan beropa saja yang mempunyai masalah kepunahan tongke (bakau) tetapi juga di pantai lengora dan juga pantai balo mengalami hal yang sama tanpa ada yang berupaya mencegahnya. Pembalakan liar bakau sengaja dilakukan oleh mereka yang memiliki mesin potong kayu (CHAINSAW). Kayu olahan bakau ini dijadikan ramuan rumah warga atau dijual untuk kebutuhan kayu bakar.

  • rini:

    setuju bahasan thread ini dan juga opini teman2. Penanaman bakau di muara vambano dan beropa harus bersinergi antara pemerintah setempat sebagai penanggung jawab dan masyarakat sebagai volunteer.

  • Syamsuddin A:

    Masih segar dalam ingatan saya jika di malimbu’ano kemudian ke umala sebagai tempat masyarakat mencari kalantue dan juga bibia untuk dijadikan lauk. Jika kenyataannya sekarang sudah tak ditemukan bahan makanan seperti itu bagaimana nanti 20 tahun kedepan?

    Penanaman bakau adalah satu2nya solusi untuk menjadikan umala ditempati kalantue dan bibia untuk berkembang biak serta tentu sebagai penahan abrasi

  • Mahyuddin:

    Penyebab punahnya bakau di vambano juga disebabkan para pembuat batu merah yang setiap saat menebang bakau hingga ke-akar2nya pun di cabut buat pembakaran batu merah. Ini harus ada upaya penghentian oleh yang berwenang

  • sulis:

    Dimanapun gambar diambil selamanya terlihat batusangia. Pantai vambano boleh saja rusak tapi batusangia haruslah tetap tegak berdiri.

    Menurutku vambano dan beropa dapat kembali ditumbuhi bakau jika kepala desa setempat adalah orang yang peduli lingkungan

  • Muniati:

    kisahinamo yo tongke cokeena melimbu’ano ihapamo nde’e miano lako mompeha yo kalantue hamo bibia 🙁

    • rhina:

      nahinamo kalantue ka asi puraamo yo silea

  • darusman:

    mantap juga pantai beropa namun sayangnya terlihat tandus

  • minawati:

    Harusnya camat Kabaena Barat melakukan aksi. Ayo pak berbuat sesuatu yang dapat menjadi kenangan ketika bapak pensiun kelak

  • Rea Molea:

    Di vambano terdapat banyak empang milik pendatang dari selatan dan inilah yang menjadikan bakau pada mati. Mereka mencabut akar bakau yang ada dan menjadikan kawasan Vambano tempat penambakan ikan. Mungkin perlu sosialisasi pada para petani yang buka tambak dan ladang di vambano agar mereka tahu jika bakau tak boleh di tebang

    • Miss. Jouzu:

      Botuuuuuul
      Dan saya lihat empang-empang tersebut hanya lambang hehehehe nahina icano

      • Rea Molea:

        wah jika itu benar tanpa ikan berarti hanyalah trik penguasaan lahan. Sangat disayangkan

  • turunano miano poo:

    Kendala terbesar yg akan dihadapi jika diadakan penanaman kembali pohon bakau disepnajang garis pantai beropa hingga ke muara adalah perilaku masyarakat sikeli (siapapun yg melintas ditempat ini). Yang hobby menebang bakau.
    Jadi, jika memang berniat menanam bakau ditempat yg saya sebutkan diatas, harus ada koordinasi dengan pemilik tanah (dalam hal ini kebun yg berada dipinggir pantai) petugas (dalam hal ini dari kehutanan) dan dari aparat pemerintah kecamatan Kabaena Barat.
    Soalnya sulit sekali merubah pola pikir masyarakt yg biasa melintas ditempat tersebut diatas.

  • neni:

    Saya percaya masih ada anak muda Kabaena yang peduli lingkungan. Cobalah berbuat sesuatu, lakukan aksimu demi pemeliharaan pantai. jika bukan para pemudanya siapa lagi yang akan peduli.

  • Kamaluddin:

    Sepengetahuan saya ada program pemerintah pusat (Departemen Kehutanan) dalam hal penanaman pohon bakau. Bibit bakau dibagi secara gratis

    • Miss. Jouzu:

      Bibit bakau tidak perlu menunggu pembagian koq. Masih banyak disekitar pantai pongkalero sana dengan Batuawu. Atau kalau tidak disepanjang Pulau Bangko sana

  • kiva:

    Artikel yang baik sekali. Himbauan positif bagi kawula muda Kabaena. Ayo menanam bakau di vambano demi masa depan pantai Kabaena

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |