“Ketika”. Sebuah karya yang berbeda dengan novel-novel remaja lainnya yang serius dan agak berat untuk dikonsumsi oleh pembaca pada umumnya, Novel “Ketika” hadir dengan terobosan baru berupa bahasa serta alur cerita yang ringan, dan puitis, namun tetap menyimpan isi menarik dan berkualitas.

Hidup hanyalah abu-abu sebelum aku bertemu denganmu. Aku lupa cara mengeja tawa, dan aku lupa bagaimana cara berharap. Juga lupa bagaimana cara mencinta.

Ketika bertemu denganmu, tak kurasakan lagi ruang kosong dalam jiwaku. Bersamamu, waktu terasa berjalan cepat. Masih kuingat di antara sepoi angin pantai pada senja yang menua, kau katakan kau menyayangiku dan hatimu hanyalah untukku. Aku percaya….

Jika saja kita bisa memiliki satu hari lagi seperti ini, jika kita bisa mengulang waktu, aku akan mempertaruhkan semua cinta yang kumiliki. Aku pun akan mempertaruhkan setiap helai rasa percaya yang ada untukmu.

Namun, kini, mengapa cinta ini terasa keliru, ketika kudapati ada hati lain yang tak bahagia karena kita?

Penggalan kata romantis diatas mengalir mengikut kemana arus air akan membawa. Pesan sederhana yang disampaikan lewat analogi Novel “Ketika” memang layak untuk disimak. Yang patut menjadi apresiasi adalah sang pencipta karya ini. Salahsatu generasi muda Kabaena, ia hidup dalam kesederhanaan namun memiliki intuisi yang tajam.

Penulisan Novel ini juga hanya mengandalkan sebuah laptop dan alam Kabaena sebagai sumber inspirasi. Alur cerita yang menyentuh, mengharu biru, dan terasa masih ‘manusiawi’ ini dapat membuat pembaca mengerti dan memahami apa sebetulnya makna dan pesan yang ingin disampaikan dalam novel ini.

Mengungkap misteri cinta, Mimpi, Kenyataan, dan Kejujuran. Hal inilah yang sebetulnya ingin disampaikan oleh penulis dalam novel “Ketika” yang berisi sekitar 312 halaman ini.

Lahirnya Novel “Ketika” dari putra kabaena makin menegaskan jika Kabaena tak saja indah akan alamnya tapi juga memiliki generasi yang cerdas dan inspiratif. Dan kita juga dapat sukses dalam bidang apapun asalkan memiliki mimpi dan inovasi. Mari berimajinasi tentang masa depan, berbuat sebaik mungkin dalam setiap hal, dan bekerja setiap hari menuju visi jauh ke depan yang menjadi tujuan.

Bravo Kabaena, Kampo Da Moico Hawano. Da Moico Istrahatia.

12 Responses to “Imajinasi Toramongura”

  • thanks for review-nya :)) Bukunya sudah dapat di beli di Toko Buku seluruh Indonesia. Atau dibeli via online di gubukbuku.com, bukabuku.com, pengenbuku.com, etc…

    • aizah:

      Aq baru aja beli bukunya tapi blm aq baca. Makacihh ivan yg telah rekomendasikan

  • Miss. Jouzu:

    Two thumbs buat penulisnya

  • Rima:

    karya yang bagus. Teruslah menulis dan kalo bisa tulislah tentang lingkungan juga. Kemaslah tulisan dengan cinta dan lingkungan sehingga didalamnya ada nilai tambah. Selain ada cerita roman juga ada pesan agar pembaca ikut melestarikan lingkungan utamanya kawasan Kabaena

  • radith:

    waw sebuah karya yang indah. Maju terus sahinaa…

  • vira:

    kalo mau beli bukunya dimana ya masbro

    • kabaena:

      Novel “Ketika” dapat pesan melalui penerbit: Bukune, Telp: 021-727 0996 atau bisa juga kontak via e-mail: redaksi@bukune.com, atau pesan langsung sama penulis :)

    • rhina bagea:

      bukunya bisa kok di dpt di toko buku seluruh indonesia,,,, semisal GRAMEDIA DLL,,,

  • autumn:

    patut ditiru oleh anak2 muda Kabaena yang lain. Dan dengan menulis kita dapat membawa perubahan hidup juga mindset berpikir. Bravo!!!

  • Rizka:

    puitis banget bahasanya. Pengen membacanya :)

  • Syamsuddin A:

    Salut. Tetaplah berkarya agar dunia tahu bahwa anak Kabaena adalah generasi cerdas dan imajinatif

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |