Lingkungan hidup yang dikaruniakan oleh Allah SWT kepada kita merupakan rahmat dari-Nya dan wajib dikembangkan serta dilestarikan kemampuannya sehingga dapat tetap menajdi sumber penunjang kelangsungan dan peningkatan kualitas hidup bagi manusia serta mahluk hidup lainnya. Pelestarian lingkungan hidup bukan berarti bahwa lingkungan hidup dipertahankan sebagaimana adanya, karena lingkungan hidup tanpa dimanfaatkan akan menjadi impotensi (mandul).

Kabaena, sesungguhnya merupakan pulau yang subur dan kaya akan sumber daya alam. Didalamnya terdapat hutan lebat dengan berbagai pepohonan dan satwa, lautan yang membentang dengan bermacam jenis ikan, ladang yang luas dengan beragam varietas tanaman dan pegunungan yang sejuk dengan puluhan mata air. Namun pulau nan subur ini, seolah-olah akan relatif tinggal cerita dengan hadirnya aktifitas pertambangan. Pertambangan dan lingkungan hidup ibarat dua sisi satu keping mata uang saling mengait. Munculnya aspek lingkungan merupakan salah satu faktor kunci yang ikut diperhitungkan dalam menentukan keberhasilan kegiatan usaha pertambangan.

Melihat fenomena yang terjadi di Pulau Kabaena sekarang ini, penulis mencoba memberikan sedikit pendapat bahwa aktivitas pertambangan akan berjalan sesuai harapan jika semua aspek dan aturan dilaksanakan secara proporsional. Karena pada dasarnya penambangan pasti akan menghasilkan kerusakan lingkungan jika hal tersebut diatas tidak dipatuhi. Kemudian diikuti juga kurangnya mempertimbangkan masalah-masalah lingkungan dalam perencanaan, pengoperasian, dan perlakuan perbaikan pascapenambangan. Kerusakan lingkungan dapat diakibatkan oleh operasi kecil, besar dan mekanisasi kumulatif dari operasi kecil yang dilakukan secara terus menerus.

Izin perlu diperketat; penegakan hukum lingkungan harus ditingkatkan agar sumber daya alam dapat didaya gunakan secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Serta harus dikelola dengan memperhatikan kemampuan atau daya dukung dari alam itu sendiri.

Ditulis Oleh: Fatma Jouzu

31 Responses to “Kapatuli”

  • amissio:

    There you will find 37596 more Infos: kabaena.info/kapatuli/

  • Muniati:

    nahina gunano coira pamarenta. Jika udah melayangkan surat peringatan kenapa tak dikawal agar dapat dipatuhi?

  • Syaf:

    Di tk Kabupaten (bombana), bupati seolah menjadi raja yg memiliki wilayah itu, jd percuma sj mengharapkan pemda mengendalikan perusahaan tambang yg ada malah sebaliknya. Jd, berjuangnya hrs bersama masyarakat ke tingkat yg lebih tinggi (pusat).
    Miss Jouzu, coba kirim gambar ke Metro TV dlm program suara anda, biar semua org bs melihat apa yg terjadi di Kabaena, atau boleh juga ke SCTV (kalau foto, buatkan deskripsi singkat, tp bs juga dlm format fideo (tdk perlu deskripsi).

    • Miss. Jouzu:

      Terima kasih atas saran anda, saran tersebut sangat bagus sekali. Tapi untuk saya pribadi maaf saya “hanya bisa” berbicara lewat begini. Kecuali kalau ada kawan-kawan dari Kabaena (pencinta lingkungan) yang mau melaksanakan saran tersebut. Semoga ada diantara putra-putra Kabaena yang membaca thread ini sehingga tergugah untuk mencoba saran tersebut.

  • Miss. Jouzu:

    Ini salah satu komentar karyawan PT Trias, ketika kutanya kenapa masih beroperasi padahal sudah keluar surat teguran
    ” permen berlaku hanya bagi perusahaan yg masih tahap konstruksi..kt ini udah tahap produksi”
    Nah Lho???

    • marco:

      Mungkin saja benar. Untuk memastikannya kita harus ketahui bunyi pasal surat teguran tersebut agar masalah jadi jelas dan tidak menjadi perdebatan yang sia-sia

      • Miss. Jouzu:

        Surat teguran kedua betul ada. Nanti hubungi admin jika ingin melihatnya. Dan isi suratnya sangat jelas meminta menghentikan segala aktivitas pertambangan sebelum mememnuhi beberapa persyaratan

  • Susah say klu Ayam jagox sdh dikasih saham disana-sni,blum lg mgkin emas batangn ato aplh yg diolah smpe ketangan,blum lg cek n semacamx yg mengalir bertubi” ke rekng,blum lg Tiket gratis yg sdh dibokingkan smpe keluar negeri mgkin,dpt bonus plus”lah sana-sini…bupatix aja disetir aplgi hx camat dooangk,g ada pngruhx tuh paling klo mlwan bsokx sdh g jd cmat lg alias di Non-Job,btul g ???

    • Miss. Jouzu:

      Botuuuuuuuuuuuullllllll

  • wela:

    MeAsasi carano kai osie kapatuli. LaraUeho !!!

    • Miss. Jouzu:

      Nahinamo kaAsi ue dikana-kana. NaudaAmo nta moAva aico damonehako. Puraamo

  • nort:

    Seperti buah simalakama. Tambang tak ada pemasukan PEMDA berkurang, tambang ada mengakibatkan kerusakan hutan

    • Miss. Jouzu:

      Simalakama. Hehehehehe Maju kena mundur kena

  • minawati:

    Sangat tepat disebut kapatuli. Sudah ada surat penghentian sementara eksport masih saja diacuhkan, namun kita juga harus sedikit bersabar karena keputusan ini baru berlaku beberapa hari dan kita lihat kedepan apakah masih ada pelanggaran.

    • Miss. Jouzu:

      Ya semoga saja aturan tersebut bukan hanya dibaca melainkan di laksanakan. Semoga

  • Kamaluddin:

    kayaknya fungsi camat tak ada ya kenapa tak mengawal aturan yang sudah diturunkan pihak kabupaten?

    • Miss. Jouzu:

      Wew kalau masalah itu penulis tidak terlalu tahu.

  • lelly:

    Untuk kedepannya sangat penting memilih Bupati yang mengusung issue liingkungan atau putra daerah Kabaena yg peduli akan eksistensi alam Kabaena. Saya lihat anak2 muda Kabaena banyak sekali sarjana namun sayangnya blm ada yg berbuat sesuatu tentang pelestarian lingkungan di Kabaena

    • Miss. Jouzu:

      Ada sist…… Satu diantara seratus hehehehehe
      Benar sekali, kedepan kita harus pandai dan jeli memilih kepala daerah yang peka terhadap permasalahan lingkungan

  • rio:

    Dimanapun tambang beroperasi selalu ada penolakan warga karena yang merasakan dampaknya adalah warga itu sendiri. Para pelaku tambang ini juga cenderung tak punya empati soal lingkungan. Sangat disayangkan kabaena yang tak terlalu besar wilayahnya di gasak oleh puluhan penambang

    • Miss. Jouzu:

      Iya benar sekali bro, pulau sekecil meto akan digasak 11 KP

  • Miss. Jouzu:

    Gambar diatas adalah gambar PT Trias Jaya Agung perusahaan tambang nikel yang menambang di atas pemukiman warga di kecamatan kabaena dan kabaena barat kabupaten bombana diminta menghentikan sementara pemuatan bijih nikel untuk keperluan Ekspor. Penghentian itu berdasarkan surat wakil bupati bombana no 545/1036/2012 tanggal 27 Maret 2012.

    • lukman:

      Surat keputusan sudah dikeluarkan tapi tak ada kontrol lapangan.

      • Miss. Jouzu:

        Yang bertugas mengontrol lapangan siapa niiih……
        Hayooo ngaku siapa yang siap?

        • lukman:

          Yang paling berkompeten adalah DPRD yang membidangi lingkungan plus LSM dan ini akan berjalan jika masyarakat ikut berpartisipasi

          • Miss. Jouzu:

            Tiga komponen itu : Masyarakat + LSM + DPRD harus beriringan satu kata, satu tekad untuk melahirkan kesepakatan bersama.
            Yg penting dari ketiga komponen ini tdk ada yg main mata, pasti ada jalan keluar

  • lukman:

    Pertanyaan saya: pernahkan ada team dari masyarakat Kabaena apakah itu tokoh masyarakat atau kelompok kepemudaan yang sudah ke kantor DPRD di Bombana untuk membicarakan soal polemik tambang ini?

    Jika belum ada maka lakukan sekarang. Lebih cepat lebih baik

  • radith:

    Saya tersenyum membaca judul artikel ini. Semula saya menyangka akan membahas arti kapatuli itu.

    Membicarakan persoalan tambang rasanya capek hati. Pada artikel lain portal ini sudah memuat juga kasus ini soal polemik keberadaan tambang di Kabaena. Sepertinya pengelola Kabaena dalam hal ini PEMDA Bombana terlihat KAPATULI dan tidak mau mendengar masukan masyarakat Kabaena yang sering menyoroti persoalan tambang ini. Tak heran jika para penambang juga ikut2an kapatuli walaupun mereka ketahui bahwa apa yang mereka lakukan dengan membuat galian dipemukiman warga dapat berdampak pada lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

    • Miss. Jouzu:

      Iya benar sekali bro, lelah pikiran kalo kita berbicara masalah tambang. Apalagi kalo ada salah satu komponen yg enggan bersinergi menyatukan tekad mencari solusi/jalan keluar dari setiap permasalahn yg ditimbulkan akibat adanya tambang

  • dimas:

    Sebenarnya keberadaan tambang ini tak bediri sendiri. Sekuat apapun kita menolak sangat sulit untuk menghentikannya sebab mereka para penambang ini hanyalah karyawan yang mendapat tugas lapangan untuk eksplorasi. Mereka ini dilengkapi surat izin dari PEMDA setempat. Yang harus jadi sorotan bukanlah cara penambang itu melakukan aktivitasnya yang cenderung merusak lingkungan atau membuat galian pada kawasan hutan lindung. Kita, sebagai warga yang DIDATANGI para penambang ini harus melakukan upaya persuasif seperti melakukan dialog melibatkan para penambang dan juga dengan pihak PEMDA yang punya wewenang serta melibatkan LSM kabupaten agar menyeluruh pembahasannya. Lakukan sebuah kajian soal lokasi yang akan dieksplorasi dan lain sebagainya. cara ini bertele-tele tapi akan efektif menyelamatkan kawasan lindung di Kabaena dari kehancuran

    • Miss. Jouzu:

      Wacana yang anda paparkan sedang dalam proses pelaksanaan

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |