Kabaena merupakan pulau kecil di tenggara sulawesi yang memiliki banyak pantai eksotis nan cantik. Hampir kebanyakan dari pantai ini terlihat masih perawan. Salah satu pantai indah yang terkenal adalah pantai Lanere yang terletak di Batuawu. Hamparan pasir putih terbentang luas tampak sempurna bersanding dengan air laut nan jernih. Sayangnya pantai Lanere ini belum terawat sehingga pengunjungnya akan kesulitan mendapat tempat berteduh. Pengunjung pantai Lanere hanya memanfaatkan pohon-pohon rindang untuk melepas lelah sehabis bermain pasir atau berenang. Pantai Lanere ini merupakan salah satu obyek wisata pantai di Kabaena Selatan yang memendam sejuta pesona alam dan budaya. Perpaduan kedua pesona yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pantai ini menjadikannya sangat memukau. Pantai yang terletak sekitar satu kilometer dari desa Batuawu ini tidak hanya menyuguhkan panorama alam yang menakjubkan seperti hamparan pasir putih, gulungan ombak, barisan batu karang, rumput laut, dan deretan pohon pandan laut, tetapi juga menyuguhkan pesona budaya yang penuh nuansa mistis yang berpadu dengan suara ombak yang terhempas di tebing-tebing batu karang.

Sembari menikmati suasana mistis, Anda bisa berjalan ke arah barat mengikuti jalan menurun menuju ke pantai. Di sana Anda akan menyaksikan pesona alam pantai Lanere yang dapat membius pandangan Anda. Pantai ini dihiasi oleh hamparan pasir putih dan karang-karang berselimut ganggang. Jika dilihat secara sekilas, pantai ini bagaikan hamparan permadani hijau.

Jika berkunjung ke pantai Lanere pada saat air laut surut, yaitu sekitar pukul 06.00 – 11.00 pagi, Anda akan menjumpai masyarakat pantai tengah mencari kerang, kepiting dan udang. Jika Anda berkunjung pada sore hari, Anda bisa menyaksikan aktivitas para nelayan di sekitar pantai yang sedang mencari beragam jenis biota laut seperti landak laut, bintang laut, lobster, karamea dan teripang. Biota laut tersebut banyak hidup di sela-sela batu karang.

Di zaman Mokole Daidama, pantai Lanere dikenal sebagai tempat ritual masyarakat setempat. Disebelah utara pantai Lanere ini terdapat tempat yang sangat disakralkan yaitu sangia Tabaro. Menurut cerita masyarakat setempat, sangia Tabaro adalah sebangsa mahluk gaib yang sangat kaya. Sangia Tabaro inilah yang menjaga keamanan masyarakat Batuawu dari serangan suku Tobelo kala itu. Cerita versi lain mengatakan bahwa sangia Tabaro menguasai kekayaan alam Kabaena berupa emas, batu mar-mar dan intan. Kenyataan memang menunjukkan bahwa Kabaena memiliki kandungan mineral yang melimpah. Terlepas dari perbedaan versi cerita tersebut, hingga kini sebagian masyarakat Batuawu meyakini bahwa sangia Tabaro masih eksis hingga kini dan berdiam di tepian pantai Lanere.

Di kejauhan terlihat keindahan gugusan batu karang yang terletak di mulut teluk, hamparan pantai berpasir putih serta suara-suara hempasan ombak laut di dinding-dinding karang.

Sembari menikmati sejuta pesona alam kawasan pantai Lanere, kunjungan Anda serasa tidak lengkap jika tidak menikmati kuliner khas Kabaena yaitu Gola Ni’i Vade atau Tinula dengan lauk ikan bakar hasil tangkapan nelayan setempat sambil berfoto ria.

Sumber Gambar:
Carla Dai – Sumarjitho – Fatamorgana

19 Responses to “Lanere Beach”

  • Esha:

    katanya kalo malam dipantai lanere banyak kunang2 disamping juga sering terdengar bebunyian suara gaduh seperti orang yang menabuh gendang, konon bunyi2an ini berasal dari sangia Tabaro

  • arman:

    belum pernah ke lanere. nanti liburan tahun depan Insya Allah mau kesana dan berharap lanere sudah di tata dgn baik :)

  • reni:

    pantai yang indah. Tinggal di poles aja agar layak jadi tujuan wisata manca negara seperti halnya di Raja Ampat

    • kabaena:

      penanganannya harus di mulai dari sekarang.

  • sudarman:

    pantai

    ini mirip pantai kuta yang di bali. Bedanya lanere sepi pengunjung.

  • Hannah:

    Harusnya dari dulu pantai lanere di tata mumpung ibu Mashura msh menjabat wakil bupati :)

    • Vani:

      emank ibu Mashura orang batuawu ya?

      • Hannah:

        Selain wakil Bupati Bombana, ibu mashura juga adalah anggota DPRD dapil Kabaena. Keluarga besar beliau jg ada di batuawu. Diharapkan kontribusi beliau utk mengangkat pariwisata di Kabaena diantaranya pantai lanere ini

    • Kamaluddin:

      setuju non. harusnya dari dulu jadi perhatian ibu wakil :)

  • muncang_kuncup:

    setuju banget pantai lanere dijadikan tempat wisata resmi pemkab kabaena, setelah pemekarannya. ada beberapa catatan:
    1. fasilitas penerangan harus disediakan
    2. jaringan seluler diadakan
    3. rumah atau saung tempat peristrahatan
    4. penyediaan bak-bak sampah
    Empat poin diatas saya pikir sudah memadai jika terealisasi dan pantai Lanere dipastikan akan menjadi tempat favorit keluarga Kabaena utk berlibur atau weekend.

  • Malta:

    Tak ada gambar jalan masuk ke pantai ya. Mungkin jg bisa dibuatkan papan petunjuk tiap simpang jalan di batuawu. Dengan harapan masyarakat setempat tertarik utk selalu menjadikan pantai Lanere tempat weekend keluarga

  • Mila.Xiao:

    Waw eksotis.

  • Intama:

    Inaimo aico da bobale vavo one. Hahahaha ntar di gigit uansi loh

  • Inayah:

    Ini aset kabaena dan patut mendapat perhatian khusus. Selain pantai lanere masih banyak tempat2 wisata yang bisa dikelola oleh pemda setempat, seperti: batu buri, wataroda, air panas vatungkoriu, dll. ini sumber PAD yang harus dimanajemeni lbh baik.

  • Gia_viana:

    lautnya masih biru dan alami. menakjubkan. jika saatnya ramai dan menjadi tempat wisata yang dikelola secara komersial harus memperhatikan kebersihannya serta menangani sampah dengan serius

  • Uzwatun:

    mirip pantai Kuta juga. Terus dibenahi infrastrukturnya dan promosi trs akan keindahannya supaya lbh banyak lagi yg berkunjung ke lanere

  • Mia:

    potensi besar bagi pariwisata di kabaena asalkan di tata dan dibuatkan gapura menuju pantai dan tempat berteduh semacam saung supaya masyarakat yang mengunjungi Lanere lbh betah berlama2 menikmati keindahannya :)

  • Ziaul Haq:

    hei itu yang baring di pasir. mantappp

  • Gilang:

    Tempat yang indah sayangnya jalan menuju Lanere masih berlumpur saat musim hujan. Mudah2an kedepan bisa di aspal

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |