Benteng Tavulagi
Menjelajahi rimba Kabaena terasa tak lengkap jika kita tidak mengunjungi Benteng Tavulagi yang ada di Tangkeno. Pulau Kabaena memang kecil namun menawarkan sejuta panorama yang mengagumkan. Alamnya begitu variatif, mulai dari lembah yang sejuk, hutan hujan tropis, serta pantai yang indah tanpa tanding.

Benteng Tavulagi merupakan salah satu warisan sejarah penjajahan Belanda, dan diperkirakan didirikan sekitar abad ke 13 hingga abad ke 14. Asal kata penamaan Benteng Tavulagi ini tak begitu jelas namun demikianlah masyarakat Kabaena menamakan benteng ini sebagai benteng Tavulagi.

Konstruksi bangunan benteng ini sangat sederhana. Terdiri dari susunan batu granit dengan tinggi 3 meter hingga 4 meter dan membentang berjarak dua kilo meter dari lereng gunung Sabampolulu. Keadaan Benteng Tavulagi tak utuh lagi dan tidak terawat, ini karena tak ada perhatian oleh pemda setempat. Rumput-rumput liar tumbuh membaluti konstruksi benteng. Ini sangat disayangkan jika tak diupayakan perawatannya karena Benteng Tavulagi merupakan saksi sejarah masuknya Belanda di tanah Kabaena. Dan pada masa datang Benteng Tavulagi dimungkinkan akan menjadi tempat wisata alternatif bagi masyarakat Kabaena.

Peninggalan sejarah ini seperti Benteng Tavulagi memiliki daya tarik yang besar karena kelangkaannya. Benteng Tavulagi ini walaupun sederhana tetapi menegaskan eksistensi Belanda di nusantara selama 350 tahun lamanya.

12 Responses to “Mengunjungi Benteng Tavulagi”

  • zara senja:

    sorry,ralat sedikit,benteng tavuladi keliru sedikit,nama yg sebenarnya benteng tavulagi yg artinya bapaknya vulagi.beliau adalah tokoh atau laskar pemimpin pembuatan benteng,nama aslinya vulaagi,trimaksih

    • terimakasih atas koreksinya. Kami telah membetulkannya

  • liaht benteng ini jadi pengen lg jalan2 kesana lg…. btw foto yang lain ko ga di masukkan…,

    • Miss. Jouzu:

      Kurang bagus kalo kebanyakan. Kan kamu sudah tau situasi tempatnya

      • ow… begitukah…. sekalianpi tampilkan kita tempat wisata yang menarik tuk dikunjungi… paya kalw pulkam nanti bisa jalan2 kesana….

  • rizka:

    Bukti sejarah ini tentu tak dapat kita abaikan. Tetap dipelihara bentengnya. Bagi masyarakat yang berkebun disekitar Benteng diharapkan ikut menjaga dan bahkan memperbaiki secara berkala jika ada batu2 benteng yang runtuh

  • Miss. Jouzu:

    Benar sekali.
    Ini adalah salah satu situs sejarah. Namun ketika saya berkunjung 6 bulan lalu. Disekita benteng sdh dibuka lahan perkebunan oleh penduduk sekitar. So jelas ini merusak pemandangan. Karena yang tampak ketika ketika kita mendaki 100 meter ke pintu benteng bukan lagi pohon-pohon yang sambut kita melainkan ladang penduduk.

    • rio:

      sangat disayangkan. Ini juga harus ada upaya membelajaran bagi warga sekitar Tangkeno. Situs sejarah ini tak boleh dijadikan tempat perkebunan rakyat agar generasi mendatang dapat mengenal situs-situs peninggalan penjajahan Belanda

  • Syafruddin:

    Ini adalah salah satu situs sejarah…ayo… lestarikan…

  • reza:

    jalan menuju benteng tak terlalu bagus. Andai saja dibuat jadi bagus pasti akan banyak pengunjungnya

    • Miss. Jouzu:

      Sudah bagus Mas Bro. Bahkan kendaraan roda dua sdh bisa sampe ke pintu benteng.

  • tamagaga:

    harusnya di rawat karena pada masa datang sudah pasti akan menjadi tujuan wisata, setidaknya masyarakat Kabaena yang cinta alam

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |