Keharmonisan budaya dan sikap masyarakat Kabaena di masa dahulu hingga kini masih saja melekat akan sifat-sifat dasarnya yaitu dalam hal pekerjaan yang menyangkut hajat hidup umum selalu dikerjakan dengan cara gotong-royong. Dan ini merupakan warisan nilai budaya tinggi masyarakat Kabaena.

Dilihat dari maknanya, gotong royong adalah nilai kultural yang berasal dari bahasa Jawa, yakni pikul atau angkat, atau sesuatu yang harus dipikul dan diangkat bersama.

Pada masyarakat Kabaena sendiri sejak zaman mokole sudah tercipta budaya kebersamaan ini misalnya jika hendak pindah rumah, menanam padi atau panen [mongkotu]. Dan gotong royong ini digerakkan oleh asas timbal balik (reciprocity). Artinya, siapa yang pernah menolong, tentu dia akan menerima pertolongan balik dari pihak yang pernah ditolongnya. Dan cara ini dikenal dengan istilah “meliuha”.

Coba perhatikan gambar-gambar ditas, memindahkan rumah bersama-sama dilakukan oleh masyarakat Rahampuu, Kabaena. Pemandangan seperti ini akan selalu kita temukan di Kabaena jika ada salahsatu warga membutuhkan bantuan. Dan tentu kita selalu berharap budaya semacam ini tak luntur dengan perkembangan zaman. Melestarikan budaya kebersamaan masyarakat Kabaena yang telah tercipta sejak zaman mokole agar senantiasa terjaga budaya ketimuran yang luar biasa mengagumkan. Sungguh indahnya ketika melihat orang-orang berjejal-jejal menghampiri suatu tempat untuk melakukan kegiatan, mereka berkomunikasi dengan sangat akrabnya, saling bertukar pikiran, setelah itu mereka bersama-sama makan dengan lahapnya menggunakan alas daun pisang saat membuat ladang kolektif [monea] dan masing-masing mengeluarkan lauk dari dalam balase untuk berbagi yaitu nigeru, kambongi, icamotui, rinceuntanggosa dan urantinunu.

6 Responses to “Molinca Laica”

  • Miss. Jouzu:

    Acara molinca laica pasti njaA nta kinolumpe yo roko-roko hela vade hahahahahahaha

    • Andy:

      kuatoUmo aico, hela yo sinelegola

  • Syafruddin:

    Budaya gotong royong, meliuha semoga tetap lestari.
    Tapi tradisi molinca laica sepertinya bakal hilang kalau semua rumah sudah permanen…ngangkatnya berat…he he..

    • kabaena:

      sepertinya kl d sekitar sikeli udah tak ditemukan budaya molinca laica ini karena rata2 rumah sudah terbuat dari beton. Tp kl didaerah pegunungan semacam rahadopi dan tangkeno masih dapat kita temukan.

  • vini:

    wah ini mengingatkanku saat masih tinggal di Kabaena

  • andi:

    ini budaya yang patut dipertahankan. Pola hidup individual yg terjadi kini lambat laun dapat melunturkan budaya warisan mbue-mbuento…

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |