Kabaena merupakan vonua yang kaya sumberdaya alam. Salahsatunya adalah Gula Merah yang dihasilkan dari Rema atau pohon aren. Rema merupakan tanaman yang sudah lama dimanfaatkan oleh penduduk Kabaena dengan produk utama berupa gula merah. Rema ini adalah tumbuhan jenis palma selain kelapa (nyiur) dan sangat berguna bagi kehidupan dan Mosesei merupakan mata pencaharian sebagian masyarakat Kabaena.


Mayang Enau yang menghasilkan Nira

Rema tidak membutuhkan pupuk untuk tumbuh sehingga dapat bebas dari pestisida dan lebih ramah lingkungan, selain itu Rema dapat tumbuh di daerah lereng atau perbukitan Kabaena serta tahan penyakit sehingga dibandingkan dengan Tebu pengelolaan Rema jauh lebih mudah dengan cara di sadap atau Mosesei. Rema juga lebih efektif jika ditanam secara tumpang sari. Dengan metode penanaman tersebut, petani yang bermatapencaharian Mosesei juga dapat menikmati penghasilan tambahan dari tanaman tumpang sari lainnya. Tumpang sari juga bisa dimanfaatkan untuk melakukan konservasi terhadap berbagai jenis tumbuhan di hutan Kabaena yang subur.

Rema dapat dikategorikan pohon serbafungsi. Selain untuk gula aren Rema juga dapat dijadikan minuman segar karena mengandung nira, begitu pula buahnya untuk bahan baku kolang-kaling. Selain itu, pohonnya untuk bahan material, rantingnya untuk sapu lidi dan banyak lagi bagian lainnya yang bisa dimanfaatkan. namun sangat disayangkan, populasi Rema di Kabaena kini terus berkurang karena banyak ditebang seiring berubahnya fungsi lahan kebun menjadi kawasan perumahan serat penanaman komoditas lainnya seperti: cengkeh, jambu mente, coklat dan menjadi kawasan tambang.

Rema merupakan pohon berdaun hijau, sehingga dengan menanamnya di lembah-lembah, kita ikut serta dalam menumbuhkan paru-paru Kabaena dan mengurangi atau mencegah pemanasan global akibat emisi gas CO2 yang dihasilkan oleh aktivitas di bumi melalui proses fotosintesis. Dengan kondisi lingkungan yang semakin baik, kita dapat menyediakan masa depan lebih baik bagi anak-anak Kabaena pada generasi mendatang.

7 Responses to “Mosesei”

  • Kamaluddin:

    mosesei adalah salah satu cara masyarakat Kabaena mencari nafkah. Ini pekerjaan mulia dan perlu dilestarikan. Agar tak punah pohon Rema tentu harus ada upaya penanamannya seperti apa yang tertulis dalam artikel ini

  • della:

    gola ni’i vade mantappp :) :) :)

  • nort:

    nahinamo rumanda adiy kana2 podo yo bake :)

  • deni:

    tiap baca info di website ini saya makin kangen sama kampung halaman :(

  • sudin:

    sudah ngga ada rema lagi kecuali di gunung2 semacam tangkeno atau olondoro

    • kabaena:

      ada baiknya di budidayakan seperti halnya membudidayakan jambu mente. Rema juga memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat jika dijadikan sumber penghasilan

      • Syafruddin:

        Betul…harus dibudidayakan… selama ini petani aren hanya memanfaatkan yang tumbuh liar, padahal budidaya tanaman aren ini tidak sulit, mungkin karena kebiasaan dan dahulu sangat mudah ditemukan.

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |