Aktivitas Pelabuhan Sikeli

Kabaena adalah sebuah pulau di ujung tenggara Sulawesi. Patut dijuluki pulau sejuta kesejukan dengan hamparan sungai bening serta pesona alamnya yang mengagumkan. Sejarah telah mencatat bahwa Kabaena pernah menjadi denyut kehidupan perekonomian pada masa Hindia Belanda. Dan terbukti dengan adanya beberapa kapal-kapal dagang milik VOC yang karam diperairan laut Kabaena. Beragam tujuan kapal besar melewati perairan Sagori yang dijuluki laut terangker di dunia versi On The Spot.


Pelabuhan Sikeli

Pelabuhan Sikeli adalah salahsatu pelabuhan yang ada di Kabaena yang sejak zaman dahulu sudah merupakan pelabuhan rakyat dan merupakan prasarana transportasi yang mendukung aktivitas ekonomi maupun sosial penduduk Kabaena. Lebih dari itu, pelabuhan Sikeli dinilai telah menjadi urat nadi perekonomian penduduk Kabaena karena sebagian besar aktivitas ekonomi mereka dilakukan melalui antar pulau. Hubungan antar pulau dari Kabaena menuju Buton atau dari Kabaena menuju Kasipute atau Kolaka.


Moda Transportasi Pelabuhan Sikeli

Dan saat ini yang diperlukan untuk memicu geliat dari kawasan Pelabuhan Sikeli yaitu pembuatan dermaga permanen yang dapat dilabuhi kapal berkapasitas besar serta pelayanan administrasi bagi tenaga kerja yang mengelola pelabuhan seperti Syahbandar, Polair dll. Dan yang paling penting adalah kerja sama dengan investor dari dalam dan luar negeri agar Kabaena menjadi kawasan tujuan wisata yang bertaraf internasional sehingga perekonomian masyarakatnya menjadi lebih baik dari sekarang.


Tugu Selamat Datang

Bukan hal yang mustahil ini semua jika dijadikan pokok bahasan PEMDA Bombana mengingat kawasan Kabaena mengandung banyak mineral yang dapat diolah dengan bijaksana serta alamnya yang indah dapat dikemas jadi obyek-obyek wisata.

Untuk saat ini belum terlihat dampak perubahan yang signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian di Kabaena namun kita tetap optimis dalam 10 tahun kedepan Kabaena akan lebih maju dan mandiri dengan pembenahan infrastruktur pelabuhan Sikeli serta moda transportasi yang memadai.

Photo Dokumentasi: Jouzu, Rhina Bagea

10 Responses to “Pelabuhan Sikeli”

  • marco:

    tugas kita semua untuk ikut memajukan kabaena, minimal kita ikut menjaga kebersihan untuk tak membuang sampah sembarangan sekitar dermaga dan pelabuhan Sikeli

  • indah:

    Itu kapalnya ya kekecilan padahal ombak dilaut kabaena katanya terkenal ganas

  • maslan:

    Yakin bahwa suatu saat kabaena bs lbh baik perekonomiannya karena di dukung oleh generasi mudanya yg terpelajar karena setiap tahun puluhan sarjana tercetak dari berbagai keahlian. Dengan perbaikan dermaga dan penyediaan moda transportasi di pelabuhan sikeli akan menjadikan kabaena dapat sejajar dgn pulau2 lainnya yg telah duluan maju

  • muningsih:

    ana’ate da sicola suere vita sadia tiy pelabuha mompodea lele mebinta kampo. kina’adi nahinapo yo hape kua yo sura da pinokatu atau asabalase ica motui hamo yo gola ni’i :)

  • Muniati:

    Dulu sebelum ada verry yang masuk pelabuhan Sikeli jadwal keberangkatan kapal menuju bau-bau seminggu sekali dengan jarak tempuh 9-10 jam. nama kapalnya: Bone Malimpung

  • nort:

    Ada cara agar pelabuhan Sikeli mempunyai dermaga yang memadai yaitu melibatkan para perusahaan penambang untuk membantu pembuatannya

  • Mia:

    yang menjadi kendala adalah frekuensi keberangkatan dari Sikeli menuju Bau-bau atau menuju Kasipute. Belum lagi ombak yang terkadang tak bersahabat

  • Lisman:

    bukan hanya pelabuhan Sikeli yang membutuhkan pembenahan tetapi juga pelabuhan toli-toli yang ada di Kabaena Timur perlu mendapat perhatian oleh camat

  • Syamsuddin:

    Saya yakin suatu saat Kabaena akan menjadi kawasan yang makmur asalkan pembenahan para penambang yang ada lebih baik lagi agar kawasan2 wisata alam tak di jamah

    • Miss. Jouzu:

      Amin ya Robbal alamiin

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |