Kabaena memiliki banyak keistimewaan. Selain memiliki panorama alam yang indah, pantainya sangat cocok untuk kegiatan olah raga, seperti: berenang, selancar angin (wind surfing), sky air, menyelam, memancing, dan lain sebagainya. Menjelang sore hari, terdapat pemandangan yang sayang untuk dilewatkan, yaitu detik-detik terbenamnya matahari (sunset) yang berada tidak jauh dari Jembatan Cinta Pongkalaero.

Pada malam hari, tampak pemandangan yang sangat mengagumkan. Penduduk Kabaena dapat menyaksikan keindahan lampu-lampu dari perahu nelayan yang bergerak-gerak terhempas oleh gelombang laut, sembari menikmati makanan dan minuman tradisional masyarakat Kabaena, seperti kata teman di jejaring sosial:

di tubuhku dibentuk sebagian dari: Bibia, Karamea, Kalantue, Pangko, Ica, Ura, Koniki, dll, tenagaku dihasilkan oleh Inisantokotua, Tabaro, Nidivi, Nigeru, Labampuhu, Uviceu, Ondo, Kambongi dll, keseimbagan tubuhku telah diisi oleh Poo, Tanggosa, Labu, Riri Uviceu, Tumbulabu, Riringkaudava [Gali Kabaena]

Dan yang paling menarik di Kabaena terdapat banyak sekali ragam seni seperti: Mekada, Mo Ohohi, Lulo, Lumense, Mekadauda, Tica, Enggo, Ase, Tuia, Tutumpena, Mekadopidopi, Elo, Mebaguli, Mehule, dll. Ini sebuah nostalgia masa kecil yang tak terlupakan bagi kita yang pernah melakukan permainan tersebut dan kini hidup dirantau.

Terasa sedih juga rasanya melihat permainan tradisional itu mulai dilupakan di era modern ini, yang dulu sering dimainkan saat kecil, sudah tidak populer lagi. Anak-anak Kabaena masa kini tidak tahu lagi bahwa itu adalah alat permainan tradisional nenek moyang-nya. Mereka tidak tahu lagi permainan macam apa itu dan bahkan mungkin mendengar namanya saja mereka belum pernah. Sebab permainan anak zaman sekarang telah mengikuti perkembangan zaman dan cenderung lebih elektronis seperti main Game dll.


Mekadauda

Dengan tulisan ini kita mencoba mengingat kembali dan mengabadikan permainan masa kecil dulu dalam tulisan, dengan harapan ini akan mengenang kembali ketika keadaan sudah semakin terseret oleh perkembangan teknologi.

15 Responses to “Pomalu Yang Terlupakan”

  • castle:

    Nice Informations on that Topic: kabaena.info/pomalu-yang-terlupakan-3/

  • Vonua Olompu:

    rasanya ingin meneteskan airmata. Kangen kampung halaman

  • ab_nbx:

    metica

  • LULA:

    Naingatio dahangku okidi. Sadia nililiti gara2 mebaguli ngkida’a

  • Miss. Jouzu:

    Doho dakinolumpe ninee taico keena, kulumpeemo pomalu hapa neeno, teaasi ngandi penanino : piyo-piyo maleka, maleka nadaeya…..
    Nai da toOrio pe ompuno?

  • Syaf:

    Saat lebaran Idul Fitri, biasanya beberapa permainan tradisional dilombakan di masing-masing desa, tujuannya untuk sekedar hiburan, tapi sangat meriah. Nah, bagi kawan-kawan yang sempat pulkam saat lebaran, mungkin bisa mengusulkan agar jenis permainan tempo doeloe bisa dimainkan atau mungkin dilombakan.
    Beberapa pomalu memang benar-benar hampir dilupakan seperti tica, ase, enggo, mekada, moohohi, mehule. Ayo pulkam rame-rame biar seru…

  • dhewy:

    Z tdk lpakan, msiH sering Zmaen kalo puLkam,, 😀

    • Vanz:

      kayak laki2 aja main kelereng hahaha

      • dhewy:

        PRempuan jg biasa maen bAguli,,,:-D

        • Vanz:

          mantappp

          • dhewy:

            Serru maen kLereng,, yg kalah d”koloNti bAeax,,

  • radith:

    hahahaha naingatio ka’asi dahangku okidi sadia nivangku gara2 nda’a lako umahi gara2 mebaguli ntorusu

    • Miss. Jouzu:

      Huna monangi ngikdaA tadaA kuamo kapaisa meloo

  • liliani:

    jadi kangennn pulkam

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |