Batusangia terlihat dari Pantai Lebota
Sangat banyak kisah di Kabaena. Rasanya, tidak akan pernah puas untuk menjelajahi pulau Da Moico Hawano ini, apalagi menjelang liburan akhir tahun atau liburan saat menjelang lebaran. Ada tempat memukau dan kuliner yang wajib dikunjungi di kabaena.

Dari Gunung Sabampululu sampai Pantai Lanere, dari Kampung Wisata Tangkeno sampai Batuburi, dari menikmati Gola Ni’I Vade sampai Mosesei. Tidak akan habis kita menceritakan tentang pulau nan asri ini.

Berikut dua tempat wisata yang wajib dikunjungi saat ke Kabaena untuk liburan.

batusa11
1. Batusangia

Saat pertama kali sampai di pelabuhan Sikeli, Kabaena, yang pertama mata kita bertaut adalah Batusangia yang menjulang di ujung Timur. Dari beberapa data yang penulis dapatkan dari sesepuh Kabaena, ternyata masih banyak orang yang belum mengunjungi Batusangia ini kendati mereka adalah putra asli Kabaena.

Memalingkan pandangan kearah Barat dan nyata terlihat laut di Pulau Sagori yang sungguh menggoda untuk direnangi. Di Batusangia kita bisa liat birunya air laut menyatu dengan birunya langit dan putihnya pasir pantai. Eksotis dan romantis!

Dengan bayangan biota lautnya juga sungguh menawan. Hanya di kedalaman selutut kaki orang dewasa saja, di pantai Sagori kita sudah bisa melihat dengan kasat mata penyu, gurita, ikan lompa, ikan tambelo-mbelo dan masih banyak lagi.

Batusangia merupakan tempat wisata yang belum dikelola oleh Pemda setempat dan tidak sulit untuk ditemukan. Tinggal pergi menuju Desa Tangkeno atau Tirongotua dan anda akan diantar oleh warga sekitar menuju tempat wisata ini. Dan ternyata ada banyak turis asing yang sudah datang ke tempat wisata ini kendati tak terekspose secara luas.

2. Batuburi


Batuburi
Gua Batuburi di Lengora, Kabaena menyimpan sejuta misteri. Gua ini menjadi kerajaan ribuan kelelawar dan juga berisi puluhan mata air didalam Gua.

Gelapnya Gua memberi ketenangan, kejutan misteri dan keindahan yang menanti untuk dipendarkan oleh cahaya senter layaknya kotak hadiah. Gua Batuburi ini memang menyimpan ribuan pesona.

Menuju ke Gua Batuburi tidaklah sulit. Lokasinya yang berada di tepi jalan antara Lamonggi dan Lengora. Pemandangan hijau dan suasana sejuk di jalur menuju mulut Gua Batuburi dapat menghantarkan kepuasan bathin yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

Suasana lebih dingin segera terasa saat tiba di mulut Gua, mulut gua langsung menghubungkan kita ke sebuah aula semacam ruang tamu. Berhias stalaktit dan stalagmit, gua horizontal ini tampak cantik dalam remang-remang kegelapan. Saat memandang ke atas dan melihat beberapa kelelawar terbang di atap-atap gua.

Ini adalah kerajaan kelelawar, di ujung timur sana di Batusangia ada sarang mereka yang jauh lebih besar. Itu yang menjadi istananya.

Pesona Gua Batuburi tidak hanya tersimpan jauh di dalam perut bumi, beberapa puluh meter dari mulut Gua kita dapat menemukan ruang lain yang menyerupai aula yang layaknya tempat perhelatan para dewa di zaman pra sejarah.

Ada yang menarik lagi di dalam Gua ini, ada ribuan tulisan nama-nama yang tercetak di dinding-dinding Gua. Tulisan-tulisan tersebut ditulis oleh pengunjung Gua Batuburi, dan itulah sebabnya Gua ini disebut Batuburi yang berarti Batu Tulis.

11 Responses to “Pulau dengan Sejuta Panorama”

  • Rizki:

    mari bangun Kabaena dengan apa yg kita mampu, minimal dgn mengedukasi masyarakat agar selalu menjaga kelestarian tempat2 wisata dan tak dirusak oleh perusahaan tambang

  • emma:

    aku yakin suatu saat nanti Kabaena akan menjadi tujuan wisata yg dapat diandalkan. karena kita tahu selain Batusangia dan Batuburi masih ada ratusan tempat memukau yg bisa dijadikan obyek wisata

  • Vita Melombu:

    banyak kawasan di tempat lain yang minim tempat wisata. nah berbeda dgn Kabaena yang memiliki sejuta tempat indah dan memukau. Yang jadi kendala tentunya adalah dana dan dukungan warga Kabaena itu sendiri. Menjaga kawasan2 wisata agar tak dijamah oleh para penambang

  • liana:

    sudah saatnya Kabaena berbenah. Segala asset budaya dan tempat wisata yang ada sepatutnyalah diberdayakan agar menjadi income Pemda setempat

  • Muningsih:

    mealuo tonuana cokeena Batusangia. harus ada tetua adat yg jadi guide utk kesana. lagian jalan menuju Batusangia sangat licin jika dikunjungi saat musim hujan

  • Rea Molea:

    saya sendiri blm pernah mengunjungi Batusangia. Semoga musim liburan saya dapat kesana dan mengabadikan keindahan alam sekelilingnya yang konon dari Batusangia kita dapat melihat pulau Sagori dengan jelas

  • radith:

    mungkin jika kabaena berdiri sebagai sebuah kabupaten semua tempat wisata dapat tertata dgn baik. Utk kali ini kalau berharap Pemda bombana rasanya blm bs diandalkan

    • Miss. Jouzu:

      Bukan jaminan lho jika Kabaena berdiri sendiri memekarkan diri jadi kabupaten, kabaena akan tertata dengan baik. Karena kenyataan dilapangan, oknum2 yang merusak kabaena bukan org luar melainkan putra daerah (kuasi tokotu’a). Jadi diperlukan individu2 yang arif dalam mengelola kekayaan dan keindahan alam Kabaena saat ini dan untuk kedepannya.

      • radith:

        wah ini berita buruk. Putra daerah yang seharusnya memelihara, menjaga, dan menjadikan lestrai justru menjadi perusak alam tumpah darah moyangnya. Tp saya tetap optimis masih banyak putra daerah yg berpikir bijak dan menggiring terciptanya Kabaena dgn tujuan wisata yg membanggakan

    • Andy:

      perjuangan masih panjang. Saat ini memang ada upaya pemekaran Kabaena jadi sebuah Kabupaten namun pertanyaannya kini: Siapkah kita kearah sana? seperti ungkapan Miss Jouzu jika justru putra daerah sendiri yg menambang di kawasan2 wisata yang seharusnya dilestarikan.

  • Mansyur:

    saya sangat bersyukur jadi putra Kabaena. Saya ingin kampung halamanku menjadi tempat tujuan wisata dunia dan tetap mempertahankan adab budaya yg ada.

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |