Misteri-Pulau-SagoriPulau Sagori adalah salah satu pulau di wilayah Kabaena. Pulau ini merupakan karang atol berbentuk hampir setengah lingkaran. Pulau tersebut tak lebih dari onggokan pasir putih dengan panjang sekitar 3.000 meter dan pada bagian tengah yang paling lebar, 200 meter. Jarak terdekat dengan daratan Kabaena sekitar 2,5 mil. Namun, pengunjung biasanya bertolak dari Sikeli, kota pelabuhan di Kecamatan Kabaena Barat, dengan jarak sekitar empat mil atau sekitar 30 menit dengan perahu motor. Sagori merupakan wilayah Kelurahan Sikeli. pulau ini dihuni oleh suku Bajo.

Dimasa lalu pulau Sagori ini pernah dijadikan sebagai persinggahan armada Belanda yang dipimpin Peter Bot, ketika menyerang kesultanan Buton . di sekitar pulau ini ditemukan rongsokan kapal layar VOC yang diperkirakan berasal dari China di kedalaman sekitar 13 meter saat air surut yang masih dapat dilihat sampai sekarang.

Di pulau ini, wisatawan dapat menikmati keindahan sunset dan sunrise yang indah. Pulau ini memiliki pantai berupa hamparan pasir putih dengan dihiasi pohon-pohon pinus yang melambai. Taman bawah lautnya juga tidak kalah dari tujuan wisata lainnya karena pulau Sagori memiliki taman bawah laut yang jernih dengan aneka species ikan dan karang bawah laut yang cukup menakjubkan.

mvsagori11
Angkutan Laut – MV Sagori Ekspress

Misteri Pulau Sagori

Pulau Sagori terletak di Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Pulau ini memiliki daratan yang berbentuk melengkung ke arah selatan. Panorama di kawasan pulau ini juga cukup menarik. Perairannya pun juga cukup jernih. Keindahannya lebih jelas akan terlihat dari atas pegunungan di Pulau Kabaena. Empat perpaduan warna antara warna biru tua, biru muda, putih dan hijau yang berasal dari pohon-pohon cemara akan ditampilkan dari sudut itu. Namun siapa sangka di balik keindahannya, pulau ini menyimpan misteri. Banyak kapal yang karam saat melintasi perairan di kawasan ini. Yups, perairan di pulau ini dikenal juga dengan sebutan Segitiga Bermuda di Kabaena dan menjadi kuburan bagi kapal-kapal yang berlayar mendekati pulau.

sagori_41

Pemandangan Pantai Sagori

Sagori konon berasal dari nama seorang gadis yang berhasil ditemukan oleh warga masyarakat setempat pada saat air laut surut. Saat ditemukan kondisinya sudah lemah. Para pemburu hasil laut lalu menggendongnya ke sebuah onggokan pasir. Namun sayang, setelah sempat menyebutkan namanya yakni Sagori, gadis tersebut meninggal. Semenjak itu warga menyebut onggokan pasir itu dengan nama Pulau Sagori.

Menurut tokoh masyarakat setempat, hampir setiap dua tahun perairan di kawasan pulau ini menelan korban. Entah itu kapal tenggelam karena menabrak karang ataupun korban manusia yang hanyut disapu gulungan ombak. Sehingga diperkirakan banyak kapal yang terkubur di dasar laut perairan Pulau Sagori. Salah satunya adalah kapal layar milik VOC serta kapal lain yang diperkirakan berasal dari China yang pernah ditemukan oleh masyarakat setempat pada tahun 1973. Warga yakin kapal yang ditemukan adalah kapal milik China karena kapal tersebut memiliki simbol-simbol China seperti gambar naga yang terukir dengan jelas. Selain itu ditemukan juga piring antik dan gerabah lainnya.

Ya. Pulau Sagori merupakan salah satu gugusan pulau yang terpisah dari daratan Pulau Kabaena bersama Pulau Vakao dan Pulau Motaha.

Pulu-pulau tersebut membentuk barieer (penghalang) yang memanjang dari arah utara sampai ke selatan Pulau Kabaena. Sagori sendiri mempunyai terumbu karang berbentuk atoll karang (cincin karang) yang sangat luas, sedangkan daratan pulaunya melengkung ke arah selatan.

Bentangan pasir putih yang memanjang dari arah timur ke barat dan kondisi perairan yang sangat jernih adalah daya tarik Pulau Sagori. Begitu menginjakkan kaki di pulau tersebut, Anda sudah akan disuguhi pemandangan berbeda, yaitu melihat dari dekat pegunungan Kabaena yang terkenal dengan Gunung Batusangia.

kampungbajoo

Perkampungan di Pulau Sagori

Lebih jauh masuk kedalam pulau, Anda akan melihat berbagai aktifitas masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai nelayan. Keramahan masyarakatnya yang berasal dari berbagai etnis suku, seperti suku bajo, buton, dan bugis, merupakan keunikan tersendiri. Mereka hidup rukun antara satu dengan lainnya.

rumahbajo9
Rumah Bajo

Meskipun begitu, tak jarang karena keindahan alaminya yang cukup indah, banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau ini. Tidak hanya untuk sekedar berjemur di hamparan pasir yang putih, bahkan mereka juga melakukan aktivitas seperti snorkeling maupun diving. Memang belum banyak fasilitas di pulau ini. Namun bila Anda penasaran akan keindahan dan kemisteriusannya Anda dapat mengunjungi pulau ini.

Dokumentasi Photo:
Utiket – Wakatobinews – Sumarjitho – AntaraNews

8 Responses to “Pulau Hunian Suku Bajo”

  • Norman:

    dengar2 laut sekitar sagori sangat angker ya. Konon ada hantu laut penjaganya. Gurita raksasa.

    • Menurut legenda, kapal2 dagang VOC yang tenggelam dikawasan sagori dikarenakan amukan penjaga perairan kabaena, yaitu jin laut yang disebut Imbu. Wallahualam!

  • Leenda:

    itu sebagian lagu moronene ya. Baru dengar. Rupanya banyak juga lagu2 daerah moronene. lbh banyak dari lagu kabaena :)

    • Betul @Leenda, dengan perkembangan zaman, kedepan akan banyak lagi lagu2 daerah moronene dan lagu kabaena akan tercipta. Semoga!

  • Frans:

    Asyik. Baca2 thread tentang kabaena sambil denger musik daerah moronene. Good idea. Sayangnya kl buka situs ini via hp nggak kedengaran lagunya ya

    • Thx Frans udah mampir di portal kabaena. Sedang pengembangan widget lagunya. Untuk sementara hanya dapat didengarkan melalui komputer jika mengaksesnya. Kedepan akan kami buat agar pengguna smartphone juga bisa menikmati lagu2nya

      • Frans:

        kadang2 juga awal membuka situs ini lagunya tak aktif kecuali di refresh baru lagunya aktif :)

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |