Lihatlah tatkala matahari menyapa dengan sinar indahnya berkilau dan bercahaya terang membaluti Kabaena untuk menyambut siang. Dan pagi hari dengan sepoi angin yang dingin membuat bentangan sungai itu seakan bermuara dihati penikmatnya dan di atas bantarannya kita bisa duduk dan menyaksikan alirannya yang berjalan tenang hingga teresap dalam keindahan rasa yang bergemericik lembut selembut alirannya.

Sungai Malapulu. Dengan syair puisi yang tak terlukiskan dengan sejuta kata. Sebatang sungai yang menakjubkan Dan ketika kita melihatnya rasanya tidak ingin hanya duduk di bantarannya dan memandang alirannya saja. Seakan kita selalu ingin menyelami dan berenang melintasinya sepanjang saat. Yang permukaannya seperti kaca yang memantul di temani barisan kupu kupu yang tersenyum senang dan sekelompok burung yang bersyair hingga suasana menjadi penuh daya romantisme.

Inilah salah satu panorama alam Kabaena yang paling mempesona. Pesona sungai Malapulu dengan warna kebiruan berasal dari ganggang yang tumbuh subur di bebatuan alam di sungai tersebut. Membiru dan bening terlihat indah di air jernihnya. Namun, Anda tidak selalu bisa melihat pemandangan menakjubkan ini. Ganggang bermekaran hanya pada periode tertentu saja. Antara musim hujan dan musim kemarau. Saat itulah sungai Malapulu akan menampilkan pesonanya. Warna-warni pelangi akan menutupi muara sungai merupakan fenomena langka yang jarang akan temukan dimanapun.

Sungai Malapulu ini terletak di Pongkalaero, Kabaena Selatan dan merupakan sumber air minum masyarakat Wulu dan Talaga. Akses menuju sungai Malapulu ini harus menggunakan jalur laut dari Pongkalaero karena untuk mencapainya dengan menempuh jalan darat sangat sulit dan agak jauh. Anda harus melewati hutan belukar dan tebing curam.

Sungai Malapulu merupakan kejaiban alam Kabaena yang tersaji dengan manis diantara hutan perawan. Inilah yang patut mendapat apresiasi bahwa Kabaena dapat dijadikan hunian masa depan yang asri dan mengagumkan.

Eksistensi sungai Malapulu seyogyanya harus ikut memegang peranan penting dalam hadirnya “mujizat” alam Kabaena yang tak dipunyai kawasan lain seperti Talaga dan Wakatobi. Dan sebagai anak negeri Kabaena kita patut bersyukur dan ikut menjaga agar sungai Malapulu tak tergerus dan rusak akibat penambangan.

Photo Dokumentasi: Darlin Matanatho

18 Responses to “Sungai Malapulu”

  • Wahyu:

    Baru sy taw trnyata ada sungai bsar di Pongkalaero… kt cuman bisa berdo’a & brharap pd pemerintah spy sungai ini tdk trmasuk dlm bagian konsesi tambang…

  • chalonk:

    tenangmi…untuk skrg cuma d’pakai bwt cuci excavator…nda akan ada yg barani melimbako asapampa.

  • Yg ta’ kalah m’narikx, laut di skitar muara Malapulu bnyk m’nyimpan kekayaan laut khususx Ikan dn Kerang.
    dgn adax Aktfts Tambang smua ikut trancam

    • della:

      oh begitu ya om. Sangat disayangkan jika habitat dan biota laut pada rusak karena ulah para penambang

    • autumn:

      kita semua berharap agar mereka pelaku tambang dapat memelihara sungai malapulu beserta keanekaraman kekayaan hayati yg ada

  • lina:

    Untuk piknik ke malapulu harus bermalam kayaknya biar lbh puas. Salam buat pengambil gambarnya. Dengan ada gambarnya berita sungai malapulu terasa lebih berwarna

  • lea:

    Sekitar sungai Malapulu sudah banyak kebun2 milik warga Talaga dan Pongkalaero. Akses menuju Malapulu lumayan jauh dengan jalur laut, sekitar 2 jam nak katinting. Kawasan yang benar2 alami dan tanahnya yang sangat subur. Ini asset masa depan Kabaena khususnya masyarakat Pongkalaero

  • Roni:

    merende metomusako cokeena lovi

  • ainun:

    Tahun 1970-an kawasan Malapulu sudah pernah di survey pihak INCO NIKEL SOROAKO. Kawasan tersebut menyimpan banyak kandungan tambang. Semoga para pemegang hak olah di Malapulu tak merusak sungainya

    • autumn:

      Ini harapan kita semua. Sangat disayangkan jika sungai ini tercemar sebab 30 tahun kedepan bisa jadi kawasan ini menjadi kawasan pemukiman penduduk Kabaena karena sumber airnya yang melimpah dan hutan2nya yang subur bagi pertanian

  • Rea Molea:

    andaikata tak jauh pengen mandi2 di tempat itu 🙂

  • Syamsuddin A:

    Diantara sungai besar yang ada di Kabaena sepertinya hanya sungai Malapulu yang masih alami belum tercemar. Ini sangat baik bagi paru2 Kabaena. Terimakasih buat penyumbang gambar dan membuka mata kita bahwa memang ada banyak sekali kawasan di Kabaena yang patut dijaga kelestariannya, utamanya sungai ini yang merupakan sumber kehidupan.

  • andy:

    Sungai Malapulu ini masuk wilayah Pongkalaero ya. Ini tugas kepala desa dan camat Kabaena Selatan untuk membuat penyuluhan pada penambang agar tak menebang pepohonan yang ada sepanjang bantaran sungai agar terjaga ekosistim yang ada

  • sulis:

    tak ada yang patut terucap kecuali: mengagumkan

  • Muniati:

    Kelihatannya sungai Malapulu lebih besar dari sungai Lakambula. Walaupun jauh dari pemukiman namun sungai ini sangat berarti bagi masyarakat Wulu dan Talaga seperti kata penulis. Ini tentu harus dijaga bersama agar tak tercemar limbah tambang

  • Rifa'i:

    saya kagum akan kekayaan alam kabaena. Sungai-sungai yang banyak dan terjaga. Semoga ini tetap lestari dan terjaga agar anak cucu kita juga turut menikmati keindahan alam yang Tuhan berikan untuk Kabaena

  • Autumn:

    Panorama yang kita lihat ini hanya akan lestari jika kita semua sama2 menjaga, melestarikan dan empati terhadap lingkungan. Sungai Malapulu kita tahu dekat dengan kawasan tambang namun saya yakin bahwa sungai ini akan tetap dijaga dan tak rusak oleh penambangan

  • Rizki:

    Sungguh mempesona. Terlihat sungainya dalam dan bening. Sayangnya jauh dari pongkalaero

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |