Kabaena merupakan sebuah pulau pemukiman yang sejuk, hamparan lembah yang menghijau, perkebunan yang luas, dan obyek wisatanya yang sangat luar biasa dan indah, mulai dari pantai, pemandian dan juga pemandangan alamnya yang sangat menawan.

Kabaena adalah daerah tropis yang tanahnya subur. Pegunungan Sabampolulu yang merupakan gunung tertinggi di Kabaena, yang lereng-lereng pegunungannya tersambung hingga Benteng Tavuladi yang terletak di kawasan Tangkeno.

Dari lereng Sangiawita bisa terlihat dengan jelas amat memukau, deretan lautnya yang membiru, pegunungannya yang menghijau sebuah eksotika yang amat mengagumkan, tidak heran kalau Kabaena dikatakan pulau yang penuh sejuta keindahan dan siapapun yang datang ke Kabaena tidak akan pernah bisa melupakannya.

Secara geomorfologi, bentuk Pulau Kabaena adalah berupa hutan tropis yang di tumbuhi oleh gunung serta dialiri puluhan Sungai. Dan jika kita memperhatikan Peta secara seksama, Pulau Kabaena ini berbentuk Hati. Sangat mengesankan memang ketika melihat desa-desa yang terpencil yang ada di Kabaena yang jauh dari peradaban dan menyimpan sejuta kenangan dan memiliki sejuta keindahan yang akan terus teringat dan menjadi magnet tersendiri untuk Anda yang di rantau dan selalu terkenang akannya.

Di Ujung Barat Kabaena terlihat Pulau Sagori dengan pantainya yang berpasir putih. Di pantai ini selain dapat menyaksikan keindahan pasirnya juga dapat menikmati tangkapan hasil laut para nelayan yang dijual dengan harga murah, semacam: ikan kakap, cumi-cumi, kerang dan lobster.

Di sebelah barat Kabaena juga ada Tanjung Melati, suasana alam pantai di tanjung ini memiliki keindahan tersendiri karena vegetasi alam sangat mendukung, air laut cukup jernih dan hembusan angin tidak terlalu besar, gelombang laut yang bersahabat yang dapat membuat Anda merasa nyaman. Kendati belum didukung oleh sarana dan prasarana pariwisata yang memadai, mengunjungi seluruh pantai yang ada di Kabaena tetap akan membuat Anda terpesona. Jika air laut surut kita bisa memungut kerang serta biota laut lainnya bersama anak-anak suku Bajo yang bermukim di sepanjang pantai Kabaena.

.

Karena banyaknya pepohonan di hutan Kabaena membuat udara lebih segar. Beberapa burung serta ayam hutan yang hidup bebas memberi warna tersendiri, betapa indah dan kaya Alam Kabaena ini. Kicauan suara burung dan warna-warni bulu tiap jenisnya akan membuat Anda kagum.

Ada satu kegiatan unik yang sering dilakukan masyarakat Kabaena adalah Umanda. Fenomena ini hanya terjadi tatkala musim kemarau saat musim kawin ayam hutan. Umanda adalah kegiatan menangkap ayam hutan dengan cara mengadunya dengan ayam hutan yang sudah jinak. Dan ini sebagai umpan, sebab ayam umpan ini telah dipasangi jerat disekelilinginya.


Salahsatu jenis jerat unggas dan hewan di hutan

Ayam Hutan dalam bahasa Kabaena di sebut Manu Keu atau dalam nama ilmiahnya Gallus gallus adalah sejenis burung berukuran sedang, dengan panjang sekitar 78cm, dari suku Phasianidae. Ayam betina berukuran lebih kecil, dengan panjang sekitar 46cm. Ayam hutan jantan memiliki bulu-bulu leher, tengkuk dan mantel yang panjang meruncing berwarna kuning coklat keemasan dengan kulit muka merah, iris coklat, bulu punggung hijau gelap dan sisi bawah tubuh berwarna hitam mengilap. Dikepalanya terdapat jengger bergerigi dan gelambir berwarna merah. Ekornya terdiri dari 14 sampai 16 bulu berwarna hitam hijau metalik, dengan bulu tengah ekor yang panjang dan melengkung ke bawah. Kaki berwarna kelabu dengan sebuah taji. Ayam betina memiliki kaki tidak bertaji, bulu-bulu yang pendek, berwarna coklat tua kekuningan dengan garis-garis dan bintik gelap.

.

– Pasang Jerat [Vukeo]
Persiapan memasang jerat memakai joran, yang arus dipersiapkan adalah :

– Joran [Vo’e]
Joran bisa terbuat dari bambu, ranting pohon, atau fiber, alangkah baiknya yang terbuat dari ranting pohon yang alot dan tidak mudah patah. Pilih dari pohon bambu sejenis bambu aur yang kecil yang biasanya di gunakan sebagai tanaman hias, bambu ini kecil, liat, dan panjang cocok di gunakan untuk joran. Kayu dan bambu bisa berkamuplase dengan lingkungan sekitar berbeda dengan fiber yang biasanya warnanya mencolok kurang baik karena ayamnya akan takut melihat benda warnanya yang mencolok.

– Ranting yang bercabang.
Yang fungsinya sebagai penahan pemicu.

– Ranting lurus.
Yang fungsinya sebagai pijakan jebakan.

– Tali.
Tali yang baik adalah benang sol yang lentur atau benang kasur, karena benang ini sifatnya lentur, tidak kaku, dan mudah diatur mengikuti kontur tanah berbeda dengan benang nilon yang kaku susah dibetuk dan mudah tertiup angin. Jika dalam keadaan darurat bisa juga kita menggunakan gedebong pisang yang kering, tali ini liat dan mudah dibentuk baik juga untuk jerat ayam hutan.

– Umpan.
Beras merah, beras putih atau biji-bijian apa saja bisa digunakan sebagai umpan. Umpan yang lebih baik adalah umpan hidup seperti jangkrik, belalang, capung atau sejenis binatang serangga lainnya karena jika menggunakan umpan hidup ini bisa kelihatan dari jauh karena umpannya gerak-gerak dan serangga itu makanan kesukaan ayam hutan.

– Pemicu.
Terbuat dari ranting kecil seukuran tusuk gigi atau batang korek api yang fungsinya sebagai pemicu tali bila ranting pijakan jebakan terinjak ayam secara otomatis tali akan tertarik ke atas karena pemicu ini di kaitkan pada kayu yang bercabang yang di ganjal ranting pijakan tersebut.

Lokasi untuk pemasangan jerat tidak kalah penting. Sebelumnya harus memperhatikan dulu tempat sekitar untuk memasang jerat, lokasi yang baik yaitu tempat dimana ayam itu mencari makan atau jalur yang biasa di lewati ayam hutan untuk mencari makan dan kembali ke sarangnya.

Selamat Mencoba !

7 Responses to “Umanda & Vukeo”

  • Dikana kana nahinam da movukeo Manu tafa Kamanu manu, kuamo Miano da ni vukeo.

  • muzakkir:

    Harga ayam hutan lebih mahal dari ayam kampung. Mungkin penyebabnya karena sebagai hewan piaraan layaknya burung perkutut dan sudah langka dan sulitnya penangkapan

  • Rea Molea:

    Ini cerita masa kecilku. Sepulang sekolah saya bersama teman2 ke kebun memasang jerat burung pipit. kadang2 sehari kami bisa dapat 5 ekor dan kami membakarnya dan makan dengan lahap tanpa bumbu hanya dengan garam dan nasi putih saja. Mengesankan

  • LULA:

    ada kepuasan tersendiri jika kita berhasil menangkap ayam hasil umanda. Letih dan lapar seharian tak dirasakan. Dan hanya berbekal air putih dan tembakau sudah cukup untk ganjal perut saat melakukan ritual umanda yang menyita waktu itu 🙂

  • darusman:

    waktu saya SD, saya sering movukeo pune di kebun kami. Ingin mengulangi masa2 indah itu.

  • Rumanda:

    Alam yang indah dan masyarakatnya yang ramah ini merupakan asset kabaena yang tak pernah hilang. namun kini yang jadi sorotan kita adalah bagaimana cara mengedukasi masyarakat kabaena agar mencintai lingkungan yang indah itu serta melestarikannya sehingga habitat ayam hutan tak hilang akibat penebangan hutan2 tanpa upaya konservasi.

  • radith:

    tak banyak lagi manu keu di hutan kabaena akibat keberadaan tambang nikel

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |