Kabaena sebagai pulau yang kaya akan pemandangan alam yang indah dan menawan, ke manapun kaki anda melangkah, akan menemukan pemandangan alam yang memukau dan mempesona. Hampir di setiap sudut alam Kabaena terdapat spot menarik yang layak untuk dikunjungi, mulai dari Gunung Sabampolulu, Batusangia, Pantai Lanere, Sagori, Sungai Lakambula, Sungai Lampaku, Sungai Lanapo, Batuburi dan air terjun E’e Meroro di Ulungkura. Selain tempat wisata tersebut, masih ada beberapa tempat yang memiliki pemandangan indah namun belum dipublikasikan secara luas, sehingga keberadaannya hanya diketahui oleh penduduk lokal saja.

Salahsatu dari sekian banyak tempat wisata adalah tempat pemandian alam Wataroda. Pemandian ini merupakan tempat yang ideal untuk melepaskan kejenuhan setelah lelah beraktivitas. Air yang mengalir turun dari ketinggian tebing mengalir melalui bebatuan cadas diantara tanaman merambat yang tumbuh ditepian tebing kemudian jatuh ke tanah, menyerupai rintik air hujan. Bagi anda yang suka bertualang di alam bebas dan menikmati keindahan alam, maka jangan sampai lewatkan kunjungan ke pemandian Wataroda.

Wataroda merupakan tempat wisata alternatif bagi penduduk Kabaena yang tinggal di bagian Barat dan Selatan. Air yang jernih dan sejuk. Kicau burung yang bersahut-sahutan serta keasrian alamnya yang bebas polusi melengkapi indahnya wisata alam ini. Lokasi Wataroda terletak antara Teomokole dan Rahadopi. Bisa di jangkau dengan berjalan kaki dengan jarak tempuh 40 menit dari Teomokole.

Wataroda mempunyai air yang kebiruan jika terkena pantulan warna langit. Di sisi kiri dan kanan Wataroda tumbuh subur pohon kopi lokal. Kita bisa menuruni pemandian ini dari atas mengikuti aliran airnya yang sejuk hingga ujungnya menyatu dengan sungai Lakambula.

Dulu Wataroda memiliki debit air yang lumayan banyak seperti terlihat pada gambar ini. Air terjunnya lumayan deras dan ketika pohon-pohon besar bertumbangan di hulu pemandian serta terjadinya penebangan liar pada pohon yang tumbuh disekitar sungai, mengakibatkan debit air terjunnya jadi berkurang dan menipis.

Namun yang pasti kita bisa mandi di Wataroda sepuasnya sepanjang hari. Jika lapar menghinggapi, bisa duduk di tepian pemandian di atas bebatuan sambil menikmati santapan. Agar suasana lebih mengesankan, benamkan kaki ke dalam air sambil menyantap kambose atau puhu popalo yang anda bawa dari rumah.

15 Responses to “Wataroda”

  • ab_nbx:

    merende muhule campo

    • ab_nbx:

      boo kia ta ico ira daamebaho

  • Kamaluddin:

    Luar biasa menakjubkan. Agar debit air terjun wataroda tetap stabil tentu harus ada upaya pelestariannya. Ini hanya akan terjaga jika semua masyarakat Kabaena yang berkebun disekitar wataroda ikut menjaganya.

  • Miss. Jouzu:

    Kalo PT TRIAS sudah beroperasi seratus persen eE Molo akan tinggal cerita lagi.
    Hikz…hikz

  • Syaf:

    Kalau ada kawan yang sempat berkunjung, coba naik sampai ke hulu, di sana ada bak penampungan besar untuk mengalirkan air yang digunakan oleh warga Teomokole, Rahampuu sampai Sikeli sebagai sumber air bersih. Waktu awal-awal digunakan sekitar pertengahan tahun 80an, debit airnya sangat besar, tapi sekarang yg terlihat di foto itu, mungkin tinggal seperlimanya. Sayang sekali, meski sangat vital, tidak ada upaya pelestarian.

    • Miss. Jouzu:

      Warga Rahampuu dan sikeli sekarang ini sdh tidak lagi mengambil air di wataroda melainkan di eE Molo belakang Rahampuu

      • Syaf:

        Ya, karena selain airnya sudah sangat berkurang, juga sangat berkapur dan sering keruh kalau hujan, ini karena sistem penyaringan yang kurang baik dan tidak ada pemeliharaan rutin, pengelolanya juga tidak jelas. Ee Molo juga sekarang debitnya sudah berkurang, kalau kemarau, ke Rarontole juga tidak sampai, apalagi ke Sikeli. Harus ada tindakan pelestarian bagi sumber air bersih ini, ayo… kita lakukan aksi penghijauan di sumber mata air.

  • rio:

    mantap benerrrrr. Pasti aku kesana kl pulkam

  • indah:

    moico kita kia mebaho ki tongaoleo cokeena wataroda

  • nelly:

    jika penebangan pohon dihulu wataroda terus berlangsung sudah dipastikan 20 tahun mendatang wataroda tinggal kenangan

    • darusman:

      cara melestarikan pemandian wataroda yaitu bagi para pengunjung sebaiknya membersihkannya dan merapikan pemandian tersebut agar terlihat makin menyenangkan dipandang mata. Jika ini dilakukan pastilah akan makin banyak yang tertarik untuk menjadikannya sebagai pilihan berakhir pekan

  • marco:

    waw ternyata mantap juga tuh air terjunnya

  • mei:

    nahinasi bara yo langedo cokeena Wataroda

Leave a Reply

Instagram

Ketik Email Diceena:

Share |